
Festival Tunas Bahasa Ibu Kecamatan Purabaya: Merawat Warisan Leluhur Lewat Bahasa Sunda
Purabaya, 16 September 2025 — Dalam upaya menjaga, melestarikan, serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa ibu, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 16–17 September 2025, bertempat di SDN 1 Purabaya.
Festival ini mengangkat semangat pelestarian budaya dan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda sebagai bahasa ibu masyarakat Jawa Barat. Diselenggarakan dalam dua metode, yaitu secara daring dengan mengirimkan video perlombaan, serta secara luring atau tatap muka langsung di lokasi acara, FTBI kali ini menghadirkan suasana kompetisi yang penuh semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta.
Tercatat sebanyak 25 sekolah dasar di wilayah Kecamatan Purabaya turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para siswa mengikuti tujuh jenis lomba berbahasa Sunda, yakni:
- Lomba Tembang Pupuh Borangan
- Maca Aksara Sunda
- Nulis Aksara Sunda
- Carpon (Carita Pondok)
- Bimantara (Pidato Sunda)
- Maca Sajak
- NgaDongeng (Mendongeng dalam Bahasa Sunda)
Salah satu sorotan utama dalam festival tahun ini datang dari SDN Negalaasih, sebuah sekolah yang terletak cukup jauh dari pusat kecamatan. Meskipun hanya mengikuti dua cabang lomba, semangat dan antusiasme para guru serta siswa patut diacungi jempol.

Menurut Kepala SDN Negalaasih, Yanti Puspita Dewi, S.Pd, keikutsertaan sekolahnya dalam FTBI merupakan bentuk komitmen dalam memperkenalkan dan melestarikan bahasa Sunda kepada para siswa, meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan jarak tempuh yang cukup jauh.
“Alhamdulillah, meskipun tidak menjadi juara pertama, kami sangat bersyukur karena dua siswa kami berhasil meraih Juara 2 Lomba Maca Sajak kategori putra( Muhamad raza Saputra), dan satu siswa lainnya,mendapatkan **Juara 3 Lomba Tembang Pupuh kategori putri ( Merisa firzinia Rahayu )
ujar Yanti pada Rabu, 17 September 2025.
Yanti menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena tidak hanya meningkatkan kecintaan terhadap bahasa ibu, tetapi juga melatih keberanian, kreativitas, serta rasa percaya diri, dan yang terpenting menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal.
Bahasa adalah identitas budaya dan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama. Lewat festival ini, siswa-siswi kami didorong untuk terus menggunakan dan melestarikan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Yanti.
Festival Tunas Bahasa Ibu Kecamatan Purabaya bukan hanya ajang lomba, namun lebih dari itu, merupakan wujud nyata dalam membumikan kembali nilai-nilai kearifan lokal dan memperkuat jati diri generasi muda melalui bahasa ibu. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang semakin luas cakupannya.
Budi jabrig
Editor bjnews media com
