Ratusan siswa di duga keracunan makanan


Ratusan Siswa Di duga Keracunan Massal Usai Program Makan Bersama di Cipongkor, KBB: Pemkab Gerak Cepat Tangani Korban

Cipongkor, Bandung Barat – Tragedi keracunan massal menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin (22/09/2025) malam. Para korban diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program Makan Bersama dan Bergizi (MBG) yang dilaksanakan serentak di sejumlah sekolah dasar hingga menengah.

Informasi awal menyebutkan sedikitnya 62 siswa menjadi korban pada Senin sore. Dari jumlah tersebut, 14 orang dirujuk ke RSUD Cililin karena memerlukan penanganan medis yang lebih intensif. Namun, angka tersebut terus melonjak drastis seiring masuknya laporan dari berbagai sekolah di wilayah Cipongkor dan sekitarnya.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang turun langsung ke lokasi, menyampaikan bahwa jumlah korban terus bertambah hingga malam hari. Berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya dari Kapolsek Sindangkerta, total korban keracunan tercatat mendekati 260 siswa, mencakup tingkat SD, SMP, hingga SMK/SMA.

“Saya barusan menerima laporan, hingga pukul 23.00 WIB sudah ada sekitar 260 siswa yang diduga mengalami keracunan. Semua sedang dalam penanganan tim medis,” ujar Asep saat memantau langsung proses evakuasi dan penanganan di posko darurat GOR Kecamatan Cipongkor.

Tak hanya siswa, seorang guru juga dilaporkan menjadi korban dan saat ini mendapatkan perawatan medis.

Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Lia, membenarkan adanya kasus keracunan massal tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan tim medis ke lokasi sejak laporan pertama diterima. Seluruh fasilitas kesehatan di sekitar Cipongkor dan Cililin dikerahkan, termasuk RSUD Cililin, Puskesmas, serta rumah sakit terdekat lainnya.

“Kami bergerak cepat begitu mendapat laporan. Semua tenaga medis kami kerahkan, termasuk pengiriman tambahan oksigen dari RSUD Cikalongwetan,” jelas dr. Lia.

Dalam keterangannya, Wakil Bupati Asep Ismail menegaskan bahwa seluruh biaya penanganan medis korban ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat.

“Saya sudah instruksikan agar semua rumah sakit dan puskesmas tidak membebankan biaya apa pun kepada korban. Ini tanggung jawab penuh Pemkab,” tegas Asep.

Selain itu, pihaknya juga mengambil sejumlah langkah darurat untuk mendukung kelancaran evakuasi dan penanganan, termasuk berkoordinasi dengan SPBU di wilayah Cililin agar tetap buka hingga larut malam guna memasok bahan bakar bagi 41 ambulans yang hilir-mudik mengevakuasi para siswa.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti keracunan massal masih dalam tahap penyelidikan. Aparat kepolisian bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait tengah melakukan penelusuran terhadap bahan makanan yang didistribusikan dalam program MBG tersebut.

Pemerintah Daerah juga mulai menginvestigasi asal muasal makanan, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan kontaminasi dalam proses penyimpanan atau penyajian makanan.

Asep Ismail menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bahu-membahu menangani insiden ini, mulai dari tenaga medis, relawan, aparat kepolisian, TNI, hingga masyarakat sekitar. Ia pun meminta doa dari seluruh masyarakat agar jumlah korban tidak terus bertambah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kami menyampaikan keprihatinan mendalam. Kami akan terus bekerja maksimal agar tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Semoga Allah SWT melindungi anak-anak kita,” tutupnya.

Pantauan terakhir di lapangan menunjukkan bahwa tim medis masih terus melakukan observasi dan perawatan intensif terhadap para korban. Posko penampungan utama di GOR Cipongkor masih dipadati oleh siswa dan keluarga yang menunggu hasil observasi.

Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, termasuk pengawasan mutu makanan, standar kebersihan, dan kelayakan dapur penyedia makanan ke depannya agar insiden serupa tidak terulang kembali.



bjnews media com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan info menarik seputar Kabupaten Bandung Barat

X