
PEMBINAAN KADER POSYANDU DAN PENYULUHAN BINA KELUARGA LANSIA DI DESA BOJONG KONENG
Bojong Koneng, 11 November 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader posyandu, Pemerintah Desa Bojong Koneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kader Posyandu yang bertempat di Aula Desa Bojong Koneng pada Rabu (11/11/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan dan pelatihan terkait administrasi Sistem Informasi Posyandu (SIP) 6 dan SIP 7, yang merupakan bagian penting dari tata kelola administrasi posyandu.
Kegiatan pembinaan dihadiri oleh Ketua TP PKK Desa Bojong Koneng, para Ketua Pokja 1 hingga Pokja 4, serta seluruh kader posyandu dari berbagai wilayah kerja desa. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK menegaskan pentingnya kegiatan pembinaan ini. “Kader posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Dengan pembinaan ini, diharapkan para kader semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam mengelola administrasi serta melaksanakan pelayanan yang berkualitas,” ujarnya.
Materi pembinaan meliputi pengelolaan dua jenis administrasi penting, yaitu:
- SIP 6 (Sistem Informasi Posyandu 6), yang berisi rekapitulasi kegiatan posyandu serta laporan hasil pelaksanaan pelayanan, seperti jumlah sasaran balita, ibu hamil, serta hasil penimbangan dan kegiatan pemantauan pertumbuhan.
- SIP 7, yang mencakup laporan pembinaan kader dan kegiatan administrasi posyandu, termasuk pelatihan kader, kunjungan pembinaan, serta dokumentasi kegiatan rutin.
Melalui pemahaman terhadap sistem administrasi ini, diharapkan kader mampu menyusun laporan dengan lebih tertib, akurat, dan tepat waktu, sehingga data yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pemerintah desa maupun instansi kesehatan.
Bersamaan dengan kegiatan pembinaan kader, juga dilaksanakan Penyuluhan Bina Keluarga Lansia (BKL) di tempat yang sama. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada kader tentang pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia.
Dalam penyuluhan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa pelayanan posyandu tidak hanya mencakup ibu hamil, bayi, dan balita, tetapi juga harus memperhatikan kelompok lansia. Melalui kegiatan BKL, kader diharapkan mampu mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial para lansia.
“Lansia yang sehat bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Dengan pengetahuan yang tepat, kader dapat membantu keluarga dalam memberikan perawatan yang baik bagi orang tua dan lansia di lingkungan sekitar,” ungkap salah satu narasumber.

Kepala Desa Bojong Koneng dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader posyandu yang selama ini telah berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia berharap melalui pembinaan dan penyuluhan seperti ini, para kader semakin terampil dan percaya diri dalam melaksanakan tugasnya.
Kegiatan pembinaan dan penyuluhan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para kader berkesempatan menyampaikan berbagai kendala dan pengalaman mereka di lapangan. Seluruh peserta tampak antusias dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Desa Bojong Koneng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas kader posyandu dan keluarga binaan, guna mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Budi jabrig
Editor bjnews media com
