SPPG Dapur Yayasan Jejak Petani Mandiri Resmi Dibuka, Perkuat Pelayanan Gizi Masyarakat di Cikalongwetan

Kabupaten Bandung Barat – Jum’at (5/12/2025). Upaya peningkatan kualitas pelayanan gizi di Kecamatan Cikalongwetan semakin diperkuat dengan kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Yayasan Jejak Petani Mandiri, yang pada hari ini resmi diresmikan. Fasilitas layanan gizi tersebut berlokasi di samping Kantor Desa Wangunjaya, Kampung Babakan Mekar RT 01 RW 10, KBB, dan akan mulai memberikan layanan penuh pada Senin, 8 Desember 2025.

Acara Grand Opening berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh para tokoh dari lintas sektor—pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan. Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti kuat dukungan terhadap upaya peningkatan gizi masyarakat di wilayah Cikalongwetan.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Jejak Petani Mandiri, James Rasyid, S.H, menegaskan bahwa pendirian SPPG merupakan bentuk komitmen nyata yayasan dalam mendorong peningkatan kualitas gizi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, serta keluarga pra-sejahtera.

Keberadaan SPPG ini bukan hanya sebagai dapur penyedia menu sehat, tetapi juga ruang edukasi dan pemberdayaan gizi bagi masyarakat,” ujar James.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala SPPG, M. Nurhidayat, S.Pd, yang menjelaskan bahwa dapur layanan ini akan menjadi pusat pelayanan gizi terpadu. Mulai dari penyediaan makanan bergizi, layanan konsultasi gizi, hingga pendampingan kepada keluarga dalam membangun pola makan yang sehat, teratur, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Korcam SPPG, Abdilah Ardi Natanegara, SKM, menambahkan bahwa keberadaan layanan ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam upaya penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Cikalongwetan.

SPPG hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui makanan sehat dan edukasi berkelanjutan,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Cikalongwetan, Dr. Yulius, memberikan apresiasi tinggi terhadap pendirian SPPG ini. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas sektor yang terwujud hari ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat.

Inisiatif seperti ini sangat dibutuhkan. Kerja sama antara yayasan, pemerintah, dan tenaga kesehatan akan mempercepat peningkatan kesejahteraan gizi warga,” ungkap Dr. Yulius.

Acara peresmian juga turut dihadiri berbagai tokoh, di antaranya:

  • Iptu Agus Suhaeli dari Polsek Cikalongwetan,
  • Dadang Romansyah selaku perwakilan Kecamatan,
  • Anggota DPRD Jawa Barat,
  • Ketua Forum Media Cikalongwetan (FMC), Agus Suherman,
  • Kepala Desa Wangunjaya, Syamsudin,
  • Para Kepala Sekolah tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA,
  • Para kader Posyandu, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan dukungan luas terhadap hadirnya layanan gizi baru yang diyakini mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Ketua Yayasan Jejak Petani Mandiri, didampingi tamu kehormatan. Prosesi simbolis ini sekaligus menjadi tanda bahwa Dapur SPPG Jejak Petani Mandiri resmi beroperasi dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Usai peresmian, para tamu undangan berkesempatan meninjau langsung fasilitas dapur, melihat standar kebersihan, peralatan masak, serta alur pelayanan yang akan diterapkan. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Dengan resmi dibukanya SPPG ini, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi di Desa Wangunjaya dan wilayah Cikalongwetan dapat berjalan lebih terstruktur, mudah diakses, serta memiliki dampak nyata dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Kehadiran SPPG Jejak Petani Mandiri diharapkan menjadi model layanan gizi yang mengutamakan kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.


Budi jabrig

Editor bjnews media com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan info menarik seputar Kabupaten Bandung Barat

X