
Bandung Barat – bjnews media com –Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) di bawah kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail menyalurkan bantuan stimulan rehabilitasi rumah bagi warga terdampak pasca bencana Sungai Cimeta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 25 Desember 2025, bertempat di Aula Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat.
Bupati Jeje hadir langsung bersama jajaran perangkat daerah dalam rangka memberikan dukungan moril sekaligus bantuan nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan keselamatan dan kenyamanan warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman KBB Anni Roslianti, ST, MM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Camat Cipatat, Kepala Desa Nyalindung, Direktur CV ARC-CI Design selaku konsultan pendamping, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Jeje menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan bersifat stimulan, bukan bantuan penuh. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar dapat bangkit dan melanjutkan pembangunan rumah secara mandiri.
Bantuan stimulan ini kami berikan agar masyarakat terdampak bisa segera bangkit, pulih, dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu, bukan membangun sepenuhnya,” ujar Bupati Jeje.
Bupati Jeje juga menegaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat, dengan memperhatikan rekomendasi lokasi aman yang telah ditetapkan oleh BPBD KBB. Rekomendasi tersebut dilandasi oleh kajian geomatologi dan geofisika, serta telah ditandatangani langsung oleh Bupati Bandung Barat.
Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa penerima bantuan stimulan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berjumlah 30 kepala keluarga (KK), masing-masing menerima bantuan sebesar Rp15 juta. Dari jumlah tersebut, 20 KK direlokasi ke satu lokasi yang telah disiapkan, sementara 10 KK lainnya membangun secara mandiri.

Selain bantuan dari Kabupaten Bandung Barat, warga juga menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp40 juta per KK, sehingga total bantuan yang diterima oleh setiap kepala keluarga mencapai Rp55 juta.
Bupati Jeje juga berpesan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya menghadapi kondisi cuaca dan curah hujan yang tinggi.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada, menjaga diri dan keluarga, serta memperhatikan lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pesannya.
Ia menambahkan, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat diharapkan dapat bangkit kembali dan membangun kehidupan yang lebih aman dan sejahtera.
Usai kegiatan di aula desa, rombongan Bupati Bandung Barat melanjutkan kunjungan ke lokasi permukiman baru untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga penerima bantuan. Setelah meninjau lokasi, Bupati Jeje menyatakan keyakinannya bahwa kawasan tersebut aman dan layak huni.
“Setelah melihat langsung kondisi lingkungan yang kini ditempati warga, saya yakin tempat ini aman dan nyaman untuk dihuni,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Nyalindung, Oo Supriana, S.IP, yang akrab disapa Kades Nol Nol, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Bantuan sebesar Rp55 juta per kepala keluarga ini sangat berarti. Hasilnya, rumah yang ditempati warga kini terasa nyaman dan aman. Jika terjadi banjir di Sungai Cimeta, kami yakin tidak akan berdampak seperti sebelumnya,” tutur Oo Supriana.
Dengan adanya bantuan stimulan rehabilitasi ini, diharapkan masyarakat Desa Nyalindung dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik, aman, dan sejahtera pascabencana Sungai Cimeta.
Budi jabrig
Editor bjnews media com
