
MASJID AGUNG LINTANG ASHTA GELAR PAPAJAR/MUNGGAHAN BERSAMA, SAMBUT RAMADHAN 1447 H DENGAN PENUH KEKHIDMATAN
bjnews media com.
Bandung Barat, 14 Februari 2026 – Masjid Agung Lintang Ashta menggelar kegiatan Papajar atau Munggahan (makan bersama) sekaligus silaturahmi dalam rangka menyambut dan mempersiapkan datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Ngamprah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat ini dihadiri oleh keluarga besar jamaah serta masyarakat sekitar.
Kegiatan Papajar/Munggahan merupakan tradisi masyarakat Sunda yang dilaksanakan menjelang Bulan Suci Ramadhan sebagai bentuk rasa syukur, sarana mempererat silaturahmi, serta momentum untuk membersihkan hati sebelum menjalankan ibadah puasa. Acara ini diisi dengan doa bersama, sholawatan, siraman rohani, serta makan bersama seluruh jamaah dan warga.
Acara dipimpin oleh Pimpinan Masjid Agung Lintang Ashta, H. drh. Muhammad Burhan, dan dihadiri oleh Ketua DKM Lintang Ashta, Muhamad Aksan, tokoh masyarakat, jamaah, serta warga sekitar masjid.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Acara berlangsung di lingkungan Masjid Agung Lintang Ashta, Kampung Ngamprah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Menurut H. drh. Muhammad Burhan, kegiatan ini bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam. Papajar/Munggahan menjadi momentum untuk:
Menghormati dan menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan.
Mengirimkan doa kepada orang tua dan keluarga yang telah wafat.
Memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kerukunan antarwarga.
Membersihkan hati dan pikiran agar lebih siap menjalankan ibadah.
“Kita berharap melalui kegiatan ini, hati dan pikiran kita menjadi lebih bersih sehingga dapat istiqomah dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Kami juga memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pihak,” ujar Burhan dalam sambutannya.

Acara diawali dengan salam pembuka dan doa, dilanjutkan dengan sholawatan bersama yang diikuti seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan. Ketua DKM Lintang Ashta, Muhamad Aksan, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarjamaah dan masyarakat sekitar.
Selanjutnya, doa bersama dan siraman rohani disampaikan oleh H. drh. Muhammad Burhan. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan makna dan filosofi tradisi Papajar/Munggahan sebagai bagian dari upaya menyucikan diri sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Dalam kesempatan tersebut, Burhan juga memaparkan berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan menjelang dan selama Ramadhan 1447 H. Sejak berdirinya Masjid Agung Lintang Ashta pada tahun 2019, pihaknya secara rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya:
Shalat tarawih berjamaah
Pembagian takjil gratis
Tadarus Al-Qur’an
Santunan bagi anak yatim piatu
Kegiatan sosial seperti membersihkan jalan sekitar masjid
Berbagai bentuk ibadah sosial lainnya
Ia menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kegiatan keagamaan ini akan terus kami laksanakan secara berkala pada momen-momen penting kalender Islam, termasuk menjelang Muharram dan Hari Raya Idul Fitri. Semoga segala upaya yang kita lakukan menjadi amal shaleh yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan Papajar/Munggahan ini ditutup dengan makan bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Seluruh peserta berharap momentum ini menjadi awal yang baik untuk menyambut Ramadhan 1447 H dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, dan semangat meningkatkan ibadah.
Budi jabrig
Editor bjnews media com
