Kemensos RI Salurkan Santunan Tahap II bagi Ahli Waris Korban Longsor Pasirlangu

bjnews media com— 3 Maret 2026
Kabupaten Bandung Barat – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) kembali menyalurkan bantuan santunan tahap II kepada ahli waris korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/3/2026) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat.
Santunan yang diberikan diperuntukkan bagi ahli waris dari 59 korban jiwa, dengan total nilai bantuan mencapai Rp885 juta. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal, kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, disaksikan jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kemensos RI, serta keluarga korban.
Bentuk Kehadiran Negara
Dalam sambutannya, Cucun Ahmad Syamsurizal menyampaikan bahwa bantuan santunan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab negara terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan berjalan maksimal.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban. Pemerintah akan terus hadir dalam setiap tahapan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jeje Ritchie Ismail mengungkapkan apresiasi atas respons cepat Kemensos sejak awal terjadinya bencana. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat membantu percepatan penanganan darurat hingga penyaluran santunan kepada ahli waris.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan penuh dari Kementerian Sosial. Kehadiran pemerintah pusat memberikan semangat bagi masyarakat kami yang sedang berduka,” kata Jeje.
Memasuki Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kini memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokus utama diarahkan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat terdampak serta pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat longsor.
Langkah-langkah strategis tengah disiapkan, termasuk evaluasi kawasan rawan bencana, peningkatan sistem mitigasi, serta pembangunan hunian yang lebih aman bagi warga terdampak. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan bagi keluarga korban agar dapat bangkit secara sosial dan ekonomi.
Ungkapan Haru dari Keluarga Korban
Salah satu ahli waris korban, Inggrit Priyanti, keluarga dari almarhum Bayu Nurcahya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Ia menuturkan bahwa santunan tersebut sangat berarti bagi keluarganya di tengah situasi sulit yang dihadapi.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Setidaknya bisa membantu kebutuhan keluarga dan meringankan beban kami,” ujarnya dengan penuh haru.
Komitmen Berkelanjutan
Kemensos RI memastikan bahwa dukungan kepada masyarakat terdampak tidak berhenti pada penyaluran santunan. Pemerintah akan terus memberikan layanan pendampingan, termasuk dukungan psikososial bagi keluarga korban dan penyintas.
Tragedi longsor di Desa Pasirlangu menjadi pengingat penting
bjnews media com— 3 Maret 2026
Kabupaten Bandung Barat – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) kembali menyalurkan bantuan santunan tahap II kepada ahli waris korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/3/2026) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat.
Santunan yang diberikan diperuntukkan bagi ahli waris dari 59 korban jiwa, dengan total nilai bantuan mencapai Rp885 juta. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal, kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, disaksikan jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kemensos RI, serta keluarga korban.
Bentuk Kehadiran Negara
Dalam sambutannya, Cucun Ahmad Syamsurizal menyampaikan bahwa bantuan santunan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab negara terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan berjalan maksimal.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban. Pemerintah akan terus hadir dalam setiap tahapan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jeje Ritchie Ismail mengungkapkan apresiasi atas respons cepat Kemensos sejak awal terjadinya bencana. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat membantu percepatan penanganan darurat hingga penyaluran santunan kepada ahli waris.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan penuh dari Kementerian Sosial. Kehadiran pemerintah pusat memberikan semangat bagi masyarakat kami yang sedang berduka,” kata Jeje.
Memasuki Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kini memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokus utama diarahkan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat terdampak serta pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat longsor.
Langkah-langkah strategis tengah disiapkan, termasuk evaluasi kawasan rawan bencana, peningkatan sistem mitigasi, serta pembangunan hunian yang lebih aman bagi warga terdampak. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan bagi keluarga korban agar dapat bangkit secara sosial dan ekonomi.

Ungkapan Haru dari Keluarga Korban
Salah satu ahli waris korban, Inggrit Priyanti, keluarga dari almarhum Bayu Nurcahya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Ia menuturkan bahwa santunan tersebut sangat berarti bagi keluarganya di tengah situasi sulit yang dihadapi.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Setidaknya bisa membantu kebutuhan keluarga dan meringankan beban kami,” ujarnya dengan penuh haru.
Komitmen Berkelanjutan
Kemensos RI memastikan bahwa dukungan kepada masyarakat terdampak tidak berhenti pada penyaluran santunan. Pemerintah akan terus memberikan layanan pendampingan, termasuk dukungan psikososial bagi keluarga korban dan penyintas.
Tragedi longsor di Desa Pasirlangu menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta penguatan mitigasi bencana di wilayah rawan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan mencegah terjadinya korban serupa di masa mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan Kabupaten Bandung Barat dapat segera pulih dan kembali bangkit pascabencana.
Budi jabrig
Editor bjnews media com
