
Peringatan Milangkala ke-36 Desa Pakuhaji Berlangsung Meriah: Dibuka oleh Kepala Desa Heni Wartini dengan Semangat Kebersamaan dan Pelestarian Budaya
Ngamprah, 20 September 2025 – Semangat kebersamaan, kekayaan budaya lokal, dan semarak pembangunan masyarakat desa terlihat jelas dalam rangkaian peringatan Milangkala ke-36 Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Acara yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (20–21 September 2025), dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Pakuhaji, Ibu Heni Wartini, dengan seremoni pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat desa.
Pembukaan yang Penuh Makna dan Nuansa Tradisional

Acara dimulai sejak pagi hari dengan arak-arakan penyambutan kedatangan Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan perangkat desa lainnya. Mereka disambut secara adat oleh penampilan Tari Lengser, sebuah tradisi khas Sunda yang melambangkan penghormatan kepada tamu agung. Tarian tersebut mengiringi para pejabat desa menuju panggung utama yang telah disiapkan di lapangan desa.
Hadir dalam kegiatan ini berbagai elemen masyarakat, antara lain Ketua BPD, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, serta warga dari berbagai RW di wilayah Desa Pakuhaji. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Sambutan dari Kepala Desa: Refleksi dan Harapan ke Depan
Dalam sambutannya, Kepala Desa Heni Wartini menyampaikan rasa syukur atas usia Desa Pakuhaji yang kini menginjak 36 tahun. Ia menekankan pentingnya momentum Milangkala sebagai ajang evaluasi perjalanan desa, sekaligus sebagai pemicu semangat untuk terus membangun dan berinovasi demi kesejahteraan masyarakat.
“Milangkala ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk penghormatan kita kepada para pendiri dan pejuang desa terdahulu. Mari kita teruskan perjuangan mereka dengan semangat gotong royong, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Heni dalam sambutannya.
Ragam Pertunjukan Seni dan Kreativitas Warga

Suasana kian meriah dengan penampilan seni tradisional yang dibawakan oleh warga dari berbagai RW. Tari Jaipong, musik Calung, serta berbagai kesenian lokal lainnya menjadi hiburan yang memikat para pengunjung. Tak hanya pertunjukan, setiap RW juga menampilkan hasil karya seni, dan produk lokal lainnya yang menunjukkan kreativitas masyarakat Desa Pakuhaji.
UMKM Koperasi Merah Putih Tampil Unggul
Salah satu sorotan utama dalam Milangkala kali ini adalah pameran UMKM yang diikuti oleh berbagai pelaku usaha lokal. UMKM Koperasi Merah Putih menjadi salah satu yang paling menonjol, menampilkan produk-produk unggulan desa mulai dari makanan , hingga hasil pertanian lokal yang diolah secara inovatif.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk semakin mandiri secara ekonomi.
Malam Tausiah dan Hari Kedua Istigosah
Puncak acara hari pertama ditutup dengan tausiah keagamaan yang menghadirkan penceramah dari luar desa. Suasana malam penuh khidmat dan menjadi momen renungan serta penyegaran rohani bagi warga.
Sementara itu, hari kedua pada Minggu (21 September 2025) diisi dengan doa bersama dan Istigosah . Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur dan harapan akan keberkahan dan kemajuan Desa Pakuhaji ke depan.
Peneguhan Identitas Budaya dan Kebersamaan
Seluruh rangkaian acara Milangkala ke-36 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan peringatan semata, melainkan juga sarana untuk meneguhkan identitas budaya, memperkuat ikatan sosial, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Antusiasme warga yang begitu tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan menjadi bukti nyata bahwa Desa Pakuhaji memiliki modal sosial yang kuat untuk terus berkembang dan berdaya saing.
Budi jabrig
Editor bjnews media com
