Kontingen “FORkI KBB” minimnya perhatian dan Dukungan Dari DISPORA

FORKI KBB Raih Prestasi di POPDA XIV Jawa Barat, Namun Keluhkan Minimnya Dukungan dari Dispora

BANDUNG – 20 September 2025 – Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-XIV Jawa Barat tahun 2025. Meski tampil dengan berbagai keterbatasan, kontingen FORKI KBB berhasil membawa pulang 1 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu dari arena pertandingan yang berlangsung di GOR Arcamanik, Kota Bandung.

Namun di balik pencapaian tersebut, Ketua FORKI KBB, Asep Dedi Setiawan, menyuarakan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian dan dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Barat, khususnya dalam hal pendanaan dan fasilitas selama masa persiapan dan pelaksanaan POPDA.

Perjuangan Tanpa Fasilitas yang Memadai

Menurut Asep, seluruh proses pembinaan hingga keberangkatan ke POPDA dilakukan dengan upaya maksimal dari pihak internal FORKI KBB, tanpa adanya dukungan berarti dari Dispora.

“Kami berangkat dengan penuh perjuangan. Pembinaan kami lakukan dari nol, merangkak-rangkak dengan segala keterbatasan. Namun saat kami butuh dukungan, terutama di masa pertandingan, perhatian dari Dispora sangat minim,” ungkap Asep, Sabtu (20/09).

Bahkan, lanjut Asep, tidak ada fasilitas penginapan yang diberikan oleh Dispora selama 3 malam atlet dan tim pelatih berada di Bandung. “Kami terpaksa mencari penginapan sendiri. Padahal sudah jelas ini adalah tanggung jawab pemerintah daerah melalui Dispora. Atlet itu tanggung jawab cabang olahraga, ketika terjadi apa-apa di lapangan, tentu semua larinya ke pengurus,” tambahnya.

Cedera Atlet dan Minimnya Perhatian Pascakejadian

Dalam POPDA kali ini, salah satu atlet FORKI KBB bahkan mengalami cedera cukup serius berupa pergeseran tulang rahang. Meski biaya pengobatan awal telah ditanggung oleh asuransi, Asep menilai perhatian lanjutan dari pemerintah daerah terhadap pemulihan atlet sangat diperlukan.

“Atlet ini sudah mengharumkan nama daerah. Tapi setelah cedera, bagaimana nasibnya ke depan? Harus ada perhatian lebih dari pemerintah, bukan sekadar tanggung jawab di atas kertas,” tegas Asep.

Tuntut Keterbukaan dan Transparansi Anggaran

Asep juga mempertanyakan keterbukaan anggaran Dispora KBB terkait pelaksanaan POPDA 2025. Hingga saat ini, menurutnya, belum ada informasi resmi mengenai berapa besar anggaran yang dikucurkan, dan bagaimana distribusinya ke tiap cabang olahraga.

“Saya tidak tahu, apakah anggarannya memang tidak ada, atau ada tapi tidak dialokasikan dengan baik. Yang jelas, sampai sekarang belum ada kejelasan. Padahal, sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, seharusnya informasi ini bisa diakses publik,” jelasnya.

Ia berharap agar ke depan, Dispora lebih proaktif dan terbuka dalam mendukung cabang olahraga, termasuk karate, terlebih menjelang POPDA berikutnya dua tahun mendatang. “Kami berharap evaluasi ini menjadi titik balik. Jangan hanya muncul saat kemenangan saja, tapi juga hadir sejak masa pembinaan,” pungkas Asep.

Tanggapan Dispora: Semua Sudah Difasilitasi

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala Bidang Olahraga Dispora KBB, Erwin Mulyawan, menyatakan bahwa secara umum semua kebutuhan atlet telah difasilitasi, mulai dari akomodasi hingga transportasi. Terkait penginapan yang diminta oleh FORKI, ia mengaku tidak bisa mengakomodasi karena alasan keadilan antarcabang olahraga.

“Kalau permintaan kamar dari FORKI memang tidak bisa kami penuhi, karena tidak ada anggarannya dan dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan dari cabor lain. Tapi akomodasi dan transportasi untuk atlet dan pelatih yang direkomendasikan oleh cabor tetap kami fasilitasi,” ujar Erwin saat dikonfirmasi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan teknis. “Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal, namun tentu ada keterbatasan anggaran dan teknis di lapangan,” imbuhnya.

Kirim 223 Atlet dan 22 Cabang Olahraga

Sebagai informasi, Kabupaten Bandung Barat mengirimkan sebanyak 223 atlet, 55 pelatih, dan 25 ofisial untuk bertanding di 22 cabang olahraga dalam ajang POPDA XIV Jawa Barat 2025. Selain itu, KBB juga mengirimkan 11 atlet difabel, 7 pelatih, dan 9 ofisial untuk bertanding di dua cabang olahraga pada ajang Peparpeda.

Dalam konteks tersebut, Kepala Dispora KBB, Drs. H. Imam Santoso Mulyo R., M.Pd, sebelumnya menyatakan bahwa pengiriman kontingen ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung prestasi olahraga pelajar.

Namun demikian, perbedaan pandangan antara Dispora dan FORKI KBB mencerminkan perlunya peningkatan sinergi dan transparansi antarlembaga agar ke depan dukungan terhadap para atlet tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar nyata dan berkelanjutan.


Editor bjnews media com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan info menarik seputar Kabupaten Bandung Barat

X