“Ketahanan Lokal Camat  cipeundey Dan Kapolsek Cipeundey Apresiasi desa jatimekar dengan menanam jagung hibrida lima hektar


Bumdes “Berkarya untuk Maju” Desa Jatimekar Luncurkan Program Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Jagung Hibrida

Jatimekar, Cipeundeuy – Kamis, 2 Oktober 2025
Pemerintah Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, secara resmi meluncurkan program ketahanan pangan tahun 2025 melalui kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan seluas lima hektare. Program ini merupakan bagian dari anggaran Dana Desa, di mana sebanyak 20 persen anggaran dialokasikan untuk mendukung ketahanan pangan lokal melalui penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Berkarya untuk Maju”.

Kegiatan launching penanaman jagung ini dihadiri langsung oleh Camat Cipeundeuy, Kapolsek, Danramil, pendamping desa, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cipeundeuy. Acara ini juga melibatkan tiga kelompok tani (poktan) dengan total 23 petani yang tergabung dan siap melakukan penanaman jagung hibrida.

Kepala Desa Jatimekar,H Dono Sumpena, menjelaskan bahwa pemilihan jagung hibrida sebagai komoditas unggulan pada tahun ini didasarkan pada berbagai pertimbangan teknis dan ekonomis.

“Jagung hibrida memiliki banyak keunggulan. Masa tanamnya pendek, hanya sekitar tiga bulan, dengan produktivitas tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan seragam, serta kualitas biji yang unggul. Ini akan sangat menguntungkan bagi petani,” ujar Sumpena.

Sebelumnya, pada tahun lalu, Bumdes Jatimekar telah mengembangkan budidaya jeruk lemon di lahan seluas satu hektare saat ini sudah berbuah. Keberhasilan tersebut menjadi modal semangat untuk memperluas skala usaha pertanian di tahun ini.

Program ketahanan pangan ini dibiayai dari Dana Desa melalui skema penyertaan modal ke Bumdes. Dalam praktiknya, Bumdes memberikan bantuan modal berupa pupuk dan benih kepada petani, namun dengan sistem “nenyar” atau panen dibayar.

“Jadi ini bukan hibah, tapi semacam pinjaman sarana produksi. Namun hasil panen sepenuhnya tetap milik petani. Ini memberikan rasa tanggung jawab sekaligus kemandirian bagi para petani,” tambah Kepala Desa.

Camat Cipeundeuy Drs Agus Ganjar menyampaikan apresiasi kepada Desa Jatimekar yang telah berhasil memulai program ketahanan pangan dengan skala cukup besar. Menurutnya, tidak semua desa mampu merealisasikan penanaman seluas lima hektare sekaligus.

“Kami bangga dengan langkah Desa Jatimekar. Kendati ada beberapa kendala, terutama dalam aspek pemasaran hasil panen, namun dengan dukungan dari pihak kepolisian dan kerjasama dengan Bulog, hal ini bisa diatasi,” ujar Camat.

Camat juga menjelaskan bahwa hampir seluruh desa di Kecamatan Cipeundeuy telah melaksanakan program ketahanan pangan, sebagian besar memilih komoditas jagung. Namun, beberapa Bumdes telah melakukan diversifikasi dengan menanam tanaman seperti katuk, yang sudah bekerja sama dengan perusahaan pengolah susu untuk meningkatkan produksi.

Selain sektor pertanian, sektor peternakan seperti domba, itik, dan bebek serta budidaya perikanan seperti ikan nila juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan di kecamatan ini. Hasil dari perikanan nantinya akan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti abon dan dikemas agar memiliki nilai jual tinggi di pasar.

Kapolsek Cipeundeuy AKP Suwandi juga turut memberikan pernyataan terkait pengawasan program ini. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penanaman jagung di Desa Jatimekar yang sudah masuk kuartal keempat tahun 2025 (Oktober–Desember), sementara panen dari kuartal ketiga (Juli–Oktober) sedang berlangsung.

“Pihak Bulog sudah menyampaikan ketertarikan untuk menampung hasil panen kuartal ketiga. Prosesnya adalah panen, pipil, jemur, lalu dijual ke Bulog. Untuk hasil panen kuartal keempat yang baru ditanam hari ini, sudah ada komitmen MoU antara Bumdes dan Bulog untuk penyerapan hasil,” jelas Kapolsek.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa akan terus dilakukan secara ketat dan berkesinambungan bersama Danramil dan Camat.

“Selama ini, alhamdulillah, tidak ada temuan yang tidak diharapkan. Semua kegiatan berjalan sesuai rencana dan dana telah terealisasi dalam bentuk kegiatan nyata,” tutup Kapolsek.

Perwakilan dari Koramil Cipeundeuy pelda Juhana juga menyatakan bahwa ketahanan pangan di wilayah,tugas TNI adalah melaksanakan pengawasan secara langsung dan ikut serta dalam kegiatan ketahanan pangan ini,

Program ini diharapkan tidak hanya mendorong ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui penguatan peran Bumdes. Skema penyertaan modal dari Dana Desa menjadi “napas tambahan” untuk Bumdes dalam mengembangkan usaha-usaha produktifnya.

Desa Jatimekar kini menjadi salah satu percontohan sukses pemanfaatan Dana Desa secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dengan sinergi antara petani, pemerintah desa, Bumdes, dan lembaga lintas sektor, cita-cita untuk menjadikan desa lebih maju dan mandiri bukan lagi sekadar harapan.


Peliput: Budi jabrig

Editor bjnews media com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan info menarik seputar Kabupaten Bandung Barat

X