Kepala desa Sadangmekar pun turun langsung bersama  Warga


Desa Sadangmekar Sambut Program P3-TGAI 2025: Perkuat Infrastruktur Irigasi untuk Dukung Ketahanan Pangan

Bandung Barat, 3 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah nyata yang kini tengah direalisasikan adalah pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2025, yang difokuskan pada peningkatan infrastruktur irigasi di Daerah Irigasi Leuwi Gede, Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua.

Program yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 ini dilaksanakan berdasarkan kontrak kerja HK.02.01./PPK OPSIDA III-Av/P3TGAI/017/2025, dengan nilai bantuan sebesar Rp195 juta. Pelaksanaan fisik proyek direncanakan berlangsung selama 45 hari kalender, dengan pelaksana kegiatan adalah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Padi Makmur.

Menariknya, pelaksanaan program ini tak hanya mendapat dukungan administratif dari pemerintah desa, tetapi juga perhatian langsung dari Kepala Desa Sadangmekar, Dede Paridi. Ia bahkan turun langsung ke lokasi pengerjaan irigasi untuk melihat proses pembangunan sekaligus memberikan motivasi kepada warga yang terlibat.

Alhamdulillah, Desa Sadangmekar mendapat kepercayaan untuk melaksanakan program P3-TGAI ini. Kami sangat bersyukur karena pembangunan jaringan irigasi di Leuwi Gede akan memberikan manfaat besar bagi para petani. Air adalah kebutuhan utama dalam pertanian, dan dengan irigasi yang lebih baik, hasil panen insyaAllah akan meningkat,” ujar Dede Paridi di sela-sela kunjungannya, Jumat (3/10).

Ia menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur irigasi yang memadai sangat vital dalam mendukung keberlanjutan usaha tani di wilayahnya. Selama ini, para petani di Desa Sadangmekar kerap menghadapi kendala distribusi air, terutama saat musim kemarau panjang.

Program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan desa. Dengan distribusi air yang lancar dan merata, para petani tidak lagi kesulitan dalam menggarap lahan sawah mereka,” tambahnya.

Pelaksanaan P3-TGAI di Desa Sadangmekar disambut antusias oleh warga, khususnya para petani yang memang menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Mereka menilai, program ini menjadi solusi konkret atas persoalan klasik yang selama ini mereka hadapi: distribusi air yang tidak merata dan saluran irigasi yang rusak.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan irigasi ini. Kalau musim kemarau tiba, air sering tidak sampai ke sawah kami. Sekarang dengan saluran yang diperbaiki, mudah-mudahan hasil panen bisa lebih bagus,” ujar Darto, salah seorang petani yang juga anggota P3A Padi Makmur.

Harapan besar pun disematkan pada keberhasilan program ini. Petani percaya, jika sistem irigasi berjalan baik, maka produktivitas pertanian bisa meningkat signifikan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga petani.

Program P3-TGAI merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mendorong kemandirian dan produktivitas sektor pertanian melalui penguatan infrastruktur dasar. Melalui pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, pemerintah pusat memberikan kepercayaan penuh kepada kelompok tani (P3A) untuk melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan lokal.

Kepala Desa Sadangmekar menyatakan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan melibatkan langsung masyarakat dalam pelaksanaan program, mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab atas keberlangsungan irigasi ini ke depan. Ini adalah model pembangunan yang efektif dan berdampak langsung,” ujar Dede.

Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan di Desa Sadangmekar. Dengan aliran air yang lebih teratur dan memadai, para petani bisa menggarap sawah secara optimal sepanjang tahun, bahkan berpeluang meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu kali tanam menjadi dua atau tiga kali setahun.

Lebih jauh, peningkatan produktivitas pertanian juga akan berdampak pada perputaran ekonomi lokal. Dengan hasil panen yang melimpah, aktivitas jual beli hasil pertanian akan meningkat, dan pendapatan masyarakat desa pun diharapkan ikut naik.

Harapan kami, ini menjadi titik awal bangkitnya pertanian desa. Kita ingin petani lebih sejahtera, generasi muda tidak lagi meninggalkan sawah, dan desa kita bisa menjadi lumbung pangan yang tangguh,” pungkas Dede Paridi.

Melalui program P3-TGAI 2025, Desa Sadangmekar menunjukkan bagaimana pembangunan infrastruktur pertanian yang tepat guna dan berbasis kebutuhan masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan lapangan. Dengan kerja sama yang solid antara semua pihak, pembangunan jaringan irigasi di Leuwi Gede diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi pertanian dan kehidupan masyarakat desa secara keseluruhan.



Budi jabrig

Editor bjnews media com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan info menarik seputar Kabupaten Bandung Barat

X