KEAMANAN PANGAN TANGGUNG JAWAB KITA SEMUA
Ngamprah, 27 November 2025

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat melalui Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan melaksanakan kegiatan Sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, Aman dan Halal) kepada para ketua kader Pokja 3 desa. Kegiatan ini berlangsung di Aula BerAKHLAK Kecamatan Ngamprah
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ngamprah Agnes Virganti, S.STP., SH., M.Si, Ketua Harian TP PKK Kecamatan Ngamprah Iis Jaka, Ketua Pokja 2 Hj. Lilis, Ketua Pokja 3 Irmaya,PKK kecamatan Gina serta Kasi Tantrib Mega Oktaviawati
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Ngamprah, Agnes Virganti. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa konsumsi pangan lokal yang sehat dan bergizi harus terus digalakkan untuk mencegah terjadinya gizi buruk, terutama pada anak-anak.
Jika anak-anak kita diberikan makanan yang bergizi, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Agnes.
Beliau juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan desa yang kuat akan mendorong stabilitas ekonomi, karena setiap desa dapat mengembangkan potensi dan ciri khas pangannya masing-masing.

Memasuki sesi materi, Abdul Rakhman Sani, SP., MP., Subkor Penganekaragaman & Konsumsi Pangan Kabupaten Bandung Barat, menjelaskan pentingnya mengonsumsi makanan yang memenuhi kriteria . Sosialisasi ini mengangkat tema B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman) sebagai panduan masyarakat dalam memilih serta mengatur pola makan.
Beliau memaparkan tentang konsep Isi Piringku, yang menekankan keseimbangan antara sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, buah, dan sayur. Porsi protein yang cukup sangat dianjurkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Dalam paparannya, Abdul Rakhman menekankan pemilihan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan. Untuk Sumber tenaga seperti jagung, kentang, talas, dan singkong dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai alternatif pengganti beras. Sumber zat pembangun bisa diperoleh dari berbagai jenis kacang-kacangan, sedangkan sumber zat pengatur terdapat pada aneka sayuran seperti sawi, wortel, serta berbagai jenis buah termasuk pepaya dan nanas.
Kita perlu mengonsumsi makanan yang cukup dan beragam untuk mendukung aktivitas tubuh, pertumbuhan, serta fungsi organ secara optimal,” jelasnya.
Selain kecukupan gizi, Abdul Rakhman juga menegaskan pentingnya keamanan pangan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah makanan terkontaminasi bahaya biologis, kimia, maupun fisik yang dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Beliau memberikan panduan memilih serta menyimpan pangan yang baik, mulai dari memilih ikan dan daging segar, memastikan buah dan sayur dalam kondisi baik, hingga cara menyimpan makanan agar tetap aman dikonsumsi.

Pada sesi penutup, Abdul Rakhman berharap agar para kader yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan kembali materi ini kepada masyarakat. Edukasi mengenai pangan yang murah, terjangkau, sehat, dan aman diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
Dengan menerapkan prinsip B2SA di keluarga, kita dapat membentuk generasi yang sehat, kuat, dan produktif,” tuturnya.
Jurnalis: Dewi Nurjanah
Editor bjnews media com
