
Bandung barat,–bjnews media com –Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bandung Barat yang berlokasi di kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi diresmikan oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, pada Senin, 5 Januari 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting sekaligus simbol komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta layanan penyelamatan kepada masyarakat.
Peresmian Mako Damkar tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, pimpinan SKPD, serta para personel Damkar. Gedung baru ini diharapkan menjadi pusat komando yang representatif dan mampu mendukung operasional Damkar secara optimal di tengah meningkatnya kebutuhan layanan darurat di wilayah Bandung Barat.
Gedung Baru, Semangat dan Profesionalisme Baru
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat,
Siti Aminah Anshoriah, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Mako Damkar yang baru bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan wujud nyata perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas dan profesionalisme personel Damkar.
“Gedung ini bukan hanya tempat bekerja, tetapi simbol semangat baru. Dengan adanya Mako Damkar yang baru, kesiapsiagaan personel, efektivitas koordinasi, serta kecepatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, insya Allah dapat kami tingkatkan,” ujar Siti Aminah.
Ia menambahkan, gedung Mako yang representatif akan berperan penting dalam menunjang sistem komando, komunikasi, dan koordinasi, baik dalam penanganan kebakaran maupun berbagai misi penyelamatan non-kebakaran yang selama ini menjadi tugas Damkar.
Infrastruktur dan Poswil Terus Dikembangkan
Siti Aminah juga memaparkan perkembangan infrastruktur Damkar Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, Damkar KBB telah memiliki tujuh Pos Pengendalian Wilayah (Poswil) yang tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Lembang, Cikalongwetan, Cipatat, Cililin, Sindangkerta, Parongpong, serta Mako Damkar sebagai pusat komando utama.

Pada tahun 2026 ini, Damkar KBB juga berencana membuka Poswil Padalarang. Pembangunan Poswil tersebut akan didukung oleh PT Belaputera Intiland bersama manajemen Kota Baru Parahyangan, sebagai bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam memperluas jangkauan pelayanan kebakaran dan penyelamatan.
“Penambahan Poswil sangat penting untuk memperpendek waktu respons dan memastikan seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat dapat terlayani secara cepat dan optimal,” jelasnya.
Kekuatan Personel dan Status Damkar Naik Tipe A
Dari sisi sumber daya manusia, Damkar Kabupaten Bandung Barat saat ini diperkuat oleh 166 personel yang tersebar di seluruh Poswil. Personel tersebut terdiri dari 22 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 76 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), 66 P3K paruh waktu, serta dua tenaga kebersihan.
Siti Aminah juga menyampaikan kabar baik terkait peningkatan status kelembagaan Damkar Kabupaten Bandung Barat. “Alhamdulillah, Damkar KBB yang sebelumnya bertipe C kini telah dinaikkan menjadi tipe A. Dengan status ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan sarana dan prasarana, termasuk armada, peralatan, dan dukungan anggaran yang lebih memadai,” ungkapnya.
Lonjakan Layanan Penyelamatan di Tahun 2025
Berdasarkan data pelayanan, Damkar Kabupaten Bandung Barat mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah tanggapan kejadian sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 1.371 laporan kejadian yang ditangani, terdiri dari 151 kasus pemadaman kebakaran dan 1.220 kasus penyelamatan.
Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 932 kejadian, dengan rincian 177 pemadaman kebakaran dan 756 penyelamatan. Meski jumlah laporan kebakaran menurun sebanyak 20 kasus, intensitas layanan penyelamatan justru meningkat tajam hingga 464 kejadian.
“Kasus penyelamatan paling banyak berupa penanganan ular dan sarang tawon. Ini menunjukkan bahwa peran Damkar semakin luas dan sangat dibutuhkan masyarakat, tidak hanya saat terjadi kebakaran,” tutur Siti Aminah.
Permohonan Dukungan Anggaran
Dalam kesempatan tersebut, Siti Aminah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bandung Barat, DPRD, serta seluruh SKPD terkait yang telah mendukung pembangunan Mako Damkar. Namun demikian, ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gedung Mako saat ini baru mencapai sekitar 30 persen dari rencana awal.
Kami masih membutuhkan tambahan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan gedung secara menyeluruh, serta untuk mengantisipasi kebutuhan uang piket setelah seluruh Tenaga Kontrak Khusus (TKK) diangkat menjadi P3K paruh waktu,” ujarnya.
Harapan Bupati: Pelayanan yang Bermakna bagi Masyarakat
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam pidatonya menyampaikan harapan besar terhadap keberadaan Mako Damkar yang baru. Ia menegaskan bahwa gedung ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi pusat pelayanan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memiliki makna sosial yang mendalam bagi masyarakat.
“Damkar adalah garda terdepan dalam situasi darurat. Saya berharap gedung ini dapat menjadi pusat pelayanan yang humanis, profesional, dan responsif, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati Jeje.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk terus mendukung peningkatan kapasitas Damkar, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun sarana dan prasarana, demi mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tanggap, dan berkualitas.
Dengan diresmikannya Mako Damkar Kabupaten Bandung Barat ini, diharapkan upaya pencegahan, penanggulangan kebakaran, serta pelayanan penyelamatan di wilayah Bandung Barat dapat semakin optimal dan mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
