
Bandung Barat, 9 Februari 2026 — Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat menjadi lokasi pelaksanaan Lokakarya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh mahasiswa bersama pihak kampus Stai al -musdariyah kota Cimahi dan Pemerintah Desa Kertawangi. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan, mempresentasikan, serta menyelaraskan program pengabdian mahasiswa dengan kebutuhan, potensi, dan arah pembangunan desa secara partisipatif dan berkelanjutan.
Lokakarya yang berlangsung di aula Desa Kertawangi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Desa beserta jajaran aparatur desa, perwakilan RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sivitas akademika dari pihak kampus stai al-musdariya yang meliputi dosen pembimbing lapangan (DPL) dan pimpinan program studi. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang kuat antara dunia akademik dan masyarakat desa.
Kegiatan lokakarya diawali dengan sambutan dari Pemerintah Desa Kertawangi yang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKN stai al-musdariya dalam mendukung pembangunan desa. Dalam sambutannya, pemerintah desa menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan desa sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial budaya, dan tata kelola pemerintahan.
Selanjutnya, mahasiswa KKN stai al-musdariya memaparkan hasil pemetaan sosial serta rancangan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi dengan masyarakat. Pemaparan program mencakup beberapa bidang utama, yaitu bidang pemerintahan, bidang sosial budaya, dan bidang pendidikan. Sesi ini berlangsung secara interaktif, di mana masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, saran, dan penyesuaian agar program yang dirancang benar-benar relevan dengan kondisi desa.
Salah satu agenda penting dalam lokakarya ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pihak kampus dan Pemerintah Desa Kertawangi.

Penandatanganan MoU ini menjadi simbol komitmen kerja sama jangka panjang dalam pengembangan desa berbasis riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung selama periode KKN, tetapi juga berkelanjutan melalui program-program lanjutan yang melibatkan sivitas akademika kampus.
Dalam bidang sosial budaya dan pendidikan, mahasiswa KKN memperkenalkan sejumlah program unggulan yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Program tersebut antara lain Pojok Baca sebagai upaya meningkatkan minat baca dan literasi anak, pendampingan belajar bagi siswa sekolah dasar, kegiatan Eco-Spiritual Writing yang mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan dan spiritualitas di tingkat pendidikan dasar, serta Program Magrib Mengaji untuk memperkuat nilai keagamaan dan karakter generasi muda.
Selain itu, mahasiswa juga merancang program pemberdayaan remaja putri yang berfokus pada penguatan karakter,
peningkatan kepercayaan diri, serta kesadaran akan kesehatan fisik dan mental. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang aman dan edukatif bagi remaja putri dalam mengembangkan potensi diri serta membangun sikap positif di tengah tantangan sosial yang ada.
Melalui lokakarya ini, seluruh pihak yang terlibat sepakat bahwa keberhasilan program KKN sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat dan komunikasi yang berkelanjutan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan kampus.
Lokakarya tidak hanya menjadi ajang presentasi program, tetapi juga ruang dialog yang memperkuat rasa memiliki (sense of ownership) masyarakat terhadap setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dengan terselenggaranya Lokakarya KKN ini, Desa Kertawangi menunjukkan kesiapan dan kapasitas sosial yang kuat untuk terus berkembang melalui kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan. Sinergi antara kampus dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terwujudnya pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa sebagai calon agen perubahan di masa depan.
Budi jabrig
Editor bjnews media com
