
CIPATAT, Bandung Barat – Pemerintah Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kembali menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (11/2/2026). Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan upaya membantu ketersediaan stok darah di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya.
Sebanyak 80 hingga lebih dari 100 warga turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di lingkungan desa. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, dengan warga dari berbagai kalangan—perangkat desa, karang taruna, ibu-ibu PKK, hingga masyarakat umum—datang untuk mendonorkan darahnya.
Kegiatan ini adalah aksi donor darah rutin yang difasilitasi oleh PMI KBB. Selain pengambilan darah, PMI juga melakukan pemeriksaan kesehatan awal bagi para pendonor, seperti pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (HB), serta konsultasi singkat terkait kondisi kesehatan.
Donor darah bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan solidaritas kemanusiaan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Nyalindung bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bandung Barat. Warga Desa Nyalindung menjadi peserta utama kegiatan, dengan dukungan penuh dari aparatur desa dan relawan.

Kepala Desa Nyalindung,Nol nol Supriatna, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kebersamaan dan gotong royong warga.
“Kita saling bantu membantu untuk kepentingan bersama. Setetes darah sangat dibutuhkan bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan transfusi. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan dan semakin banyak warga yang sadar pentingnya donor darah,” ujar Supriatna.
Kegiatan donor darah dilaksanakan di Aula desa pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di wilayah Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Agenda ini rutin digelar setiap tiga bulan sekali sebagai program sosial berkelanjutan desa.
Donor darah memiliki banyak manfaat, baik bagi penerima maupun pendonor. Berikut beberapa kegunaan donor darah:
Menyelamatkan Nyawa
Darah sangat dibutuhkan untuk pasien yang menjalani operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan dengan komplikasi, serta penderita penyakit seperti anemia berat, kanker, dan thalasemia.
Menjaga Ketersediaan Stok Darah
PMI membutuhkan pasokan darah yang stabil setiap hari. Dengan donor rutin, ketersediaan darah di rumah sakit dapat terjaga.
Menjaga Kesehatan Pendonor
Donor darah secara rutin dapat membantu merangsang produksi sel darah baru dan menjaga kesehatan jantung. Selain itu, pendonor juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis sebelum mendonor.
Menumbuhkan Solidaritas Sosial
Kegiatan donor darah mempererat hubungan sosial antarwarga dan menumbuhkan rasa empati serta kepedulian.
Sebelum mendonorkan darah, peserta wajib melalui tahapan pemeriksaan kesehatan awal oleh petugas PMI. Jika memenuhi syarat—seperti usia 17–60 tahun, berat badan minimal 45 kg, serta dalam kondisi sehat—peserta dapat langsung melakukan donor darah. Proses pengambilan darah biasanya berlangsung sekitar 10–15 menit.
Setelah donor, peserta dianjurkan untuk beristirahat sejenak dan mengonsumsi makanan atau minuman yang telah disediakan guna memulihkan kondisi tubuh.
Kegiatan donor darah yang rutin dilaksanakan Desa Nyalindung ini menjadi contoh nyata peran aktif pemerintah desa dalam mendukung program kemanusiaan. Dengan partisipasi yang konsisten dari warga, diharapkan kegiatan ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Bandung Barat.
(Redaksi BJNews Media)
Budi jabrig
Editor bjnews media com
