
Bandung Barat, 15 Juni 2026 – bjnews media.com - Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi tantangan yang dihadapi sejumlah sekolah dasar di daerah. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh SD Negeri Cintalaksana yang berada di wilayah Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Pihak sekolah berharap adanya perhatian dan dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat guna meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan demi menunjang proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan efektif.
Kepala SDN Cintalaksana, Eti Rohaeti, S.Pd., saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Senin (15/6/2026), menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya masih membutuhkan bantuan pemerintah, khususnya dalam perbaikan dan penambahan ruang kelas serta fasilitas pendukung lainnya.
Menurut Eti, meskipun dalam beberapa tahun terakhir jumlah peserta didik mengalami penurunan, kebutuhan terhadap sarana dan prasarana pendidikan tetap menjadi hal yang sangat penting. Sebab, fasilitas yang memadai merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
"Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah kami. Saat ini SDN Cintalaksana masih mengalami keterbatasan ruang. Kami belum memiliki ruang kepala sekolah dan ruang guru yang representatif, bahkan satu ruang kelas harus digunakan oleh dua rombongan belajar secara bergantian. Kondisi ini tentu kurang ideal bagi proses pembelajaran," ujar Eti.
Selain keterbatasan ruang belajar, sekolah juga menghadapi kekurangan fasilitas penunjang lainnya. Eti menjelaskan bahwa sebagian besar meja belajar yang tersedia masih digunakan oleh dua siswa dalam satu meja. Padahal, idealnya setiap siswa memiliki fasilitas belajar yang memadai agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih nyaman.
"Kami sangat berharap adanya kebijakan dan perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, untuk membantu pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah ini. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami optimistis kualitas pembelajaran juga akan meningkat," tambahnya.
Lebih lanjut, Eti berharap pada tahun ajaran 2026–2027 jumlah peserta didik baru yang mendaftar ke SDN Cintalaksana dapat mengalami peningkatan. Menurutnya, keberadaan fasilitas yang lebih layak akan menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SDN Cintalaksana.
"Mudah-mudahan pada tahun pelajaran 2026–2027 jumlah pendaftar dapat meningkat. Kami terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat meskipun dengan segala keterbatasan yang ada," katanya.
Senada dengan kepala sekolah, salah seorang guru SDN Cintalaksana, Asep, menegaskan bahwa kenyamanan lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Ia menilai bahwa bangunan dan fasilitas sekolah yang memadai merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mendukung kualitas pendidikan.
"Proses belajar mengajar harus didukung oleh kondisi bangunan sekolah yang nyaman dan aman. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dapat memberikan perhatian lebih kepada SDN Cintalaksana yang saat ini masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana," ungkap Asep.
Asep juga menyoroti minimnya fasilitas sanitasi atau MCK di lingkungan sekolah. Menurutnya, hingga saat ini ketersediaan toilet untuk guru dan siswa masih sangat terbatas sehingga kerap menimbulkan kendala dalam aktivitas sehari-hari.
"Kami berharap adanya pembangunan fasilitas MCK yang layak bagi guru dan siswa. Saat ini jika ada siswa yang ingin menggunakan fasilitas air atau toilet, sebagian harus pulang ke rumah atau meminta izin menggunakan fasilitas milik warga di sekitar sekolah. Tentu kondisi ini kurang mendukung kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekolah," jelasnya.
Dunia pendidikan membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kurikulum, tetapi juga pada penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Ruang kelas yang layak, ruang guru, ruang kepala sekolah, fasilitas sanitasi, serta perlengkapan belajar merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap kualitas proses pembelajaran.
Melalui harapan yang disampaikan pihak SDN Cintalaksana, diharapkan pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah yang masih mengalami keterbatasan. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa dapat terwujud secara optimal.
Reporter: team redaksi
Bandung Barat | Senin, 15 Juni 2026















