
Audiensi BOOM’s dan Bupati Bandung Barat Hasilkan Sinyal Positif: Hibah Ormas Berpotensi Kembali Digulirkan
BANDUNG BARAT — Audiensi antara Barisan Ormas, OKP, Mahasiswa, dan LSM (BOOM’s) dengan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, membuahkan hasil yang dinilai positif dan penuh harapan bagi keberlangsungan peran organisasi masyarakat di daerah.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil, khususnya dalam membahas keberlanjutan dukungan anggaran hibah bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) yang selama tiga tahun terakhir tidak lagi dianggarkan oleh pemerintah daerah.
Ketua BOOM’s Bandung Barat, Didin Suhendar, yang akrab disapa Kopral, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi respons positif dari Bupati terkait peluang kembali digulirkannya dana hibah untuk ormas.
“Alhamdulillah, Pak Bupati merespons dengan baik. Untuk hibah ormas, jika memang anggaran tersedia, tentu sah-sah saja untuk diberikan,” ujar Didin, Selasa (05/05/2026).
Didin menegaskan bahwa penggunaan dana hibah nantinya harus tetap mengacu pada proposal yang diajukan oleh masing-masing organisasi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, hal yang paling krusial saat ini adalah ketersediaan anggaran hibah dalam instansi terkait, khususnya di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapedalitbangda). Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 250 ormas yang terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat.
Dengan jumlah tersebut, mekanisme penyaluran hibah tidak memungkinkan untuk diberikan setiap tahun kepada seluruh ormas secara bersamaan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pembagian secara bertahap.
“Misalnya tersedia anggaran hibah Rp1 miliar, maka penyalurannya akan dilakukan secara bergiliran setiap tahun. Jadi dibagi dalam beberapa gelombang agar merata,” jelasnya.
Lebih lanjut, Didin menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat saat ini masih menunggu regulasi yang menjadi dasar penyaluran dana hibah tersebut. Ia berharap kebijakan ini dapat segera terealisasi dalam perencanaan anggaran mendatang.
“Mudah-mudahan bisa mulai dianggarkan pada tahun 2027. Ini yang kita harapkan bersama,” tambahnya.
Tidak hanya membahas hibah, dalam audiensi tersebut BOOM’s juga mengajukan usulan strategis kepada pemerintah daerah, yakni penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) terkait Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) bagi organisasi masyarakat di Bandung Barat.
Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman ormas dalam pengelolaan administrasi serta pelaporan yang terintegrasi dengan sistem pemerintahan, sehingga dapat mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran, termasuk dana hibah.
BOOM’s menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah, tidak hanya sebagai penyampai aspirasi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Jeje Ritchie Ismail menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan BOOM’s. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat demi mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat. Harapannya, kolaborasi yang terjalin dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Dengan adanya peluang kembalinya dana hibah serta peningkatan kapasitas ormas melalui program bimtek, peran organisasi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat diharapkan semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah yang maju, partisipatif, dan berdaya saing.











