Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Desa Mekarsari, Upaya Dini Deteksi TB dan Penyakit Berisiko
Bandung Barat — Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menggelar kegiatan cek kesehatan gratis bagi warga Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, pada Senin (20/04/2026). Kegiatan ini difokuskan bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit, khususnya tuberkulosis (TB), gangguan paru-paru, serta kelompok dengan risiko penyakit lain seperti HIV dan diabetes.
Ketua Tim Kerja Dinas Kesehatan Bandung Barat, Jajang SKM, M.Kes., menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah warga yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit TB atau yang terindikasi memiliki faktor risiko tertentu.
“Kegiatan ini menyasar masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB, serta mereka yang berisiko seperti penderita diabetes dan kelompok rentan lainnya. Tujuannya adalah untuk deteksi dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Jajang.
Berdasarkan hasil sementara, capaian pemeriksaan menunjukkan angka sekitar 60 persen untuk temuan kasus baru. Meski demikian, angka tersebut masih perlu ditingkatkan karena masih ada kemungkinan kasus yang belum terdeteksi di masyarakat.
“Dari hasil yang ada, bisa dikatakan kondisi kesehatan masyarakat Bandung Barat cukup baik, namun di sisi lain masih ada potensi kasus yang belum teridentifikasi. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan juga menargetkan keluarga yang memiliki risiko tinggi, terutama dengan gejala seperti penurunan berat badan, batuk berkepanjangan, dan demam yang tidak kunjung sembuh.
Di lapangan, tim menghadapi kendala berupa masih adanya pasien yang enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan melibatkan kader kesehatan setempat guna melakukan pendekatan persuasif kepada pasien dan keluarganya.
Jajang juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk terus-menerus dan demam.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan dan mempercepat kesembuhan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah desa untuk turut berperan aktif dalam penanganan kasus TB, termasuk memperhatikan kondisi tempat tinggal pasien. Bagi warga yang terkonfirmasi TB dan tinggal di rumah tidak layak huni, disarankan untuk dimasukkan ke dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
Tak hanya itu, jajaran tenaga kesehatan dan puskesmas juga diminta untuk terus melakukan investigasi dan pemantauan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, Krisno Hadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Kesehatan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Bandung Barat yang telah memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada warga kami. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular di wilayah Bandung Barat.
Budi jabrig












