
Bandung Barat, 18 Juli 2026 – Semangat pelestarian seni budaya dan olahraga pencak silat kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan MKP Championship I yang dikolaborasikan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bandung Barat bersama Paguyuban Pencak Silat Indonesia (PPSI). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Kejuaraan, Festival, dan Ibing Seni Tradisi ini berlangsung meriah di Gedung HBS, Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (18/7/2026).
Kejuaraan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi pencak silat prestasi dan seni tradisi. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus memberikan ruang bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan, sportivitas, serta kecintaan terhadap seni bela diri tradisional Indonesia.
Acara dihadiri oleh unsur dinas terkait, jajaran pengurus IPSI Kabupaten Bandung Barat, pengurus PPSI, para tokoh pencak silat, serta pimpinan paguron dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan besarnya dukungan terhadap pembinaan atlet dan pelestarian seni budaya pencak silat.
Sebanyak 200 peserta dari 25 paguron ambil bagian dalam kejuaraan ini. Tidak hanya berasal dari Kabupaten Bandung Barat, sejumlah peserta dari Kota Cimahi juga turut berpartisipasi sehingga menambah semarak dan kualitas persaingan dalam MKP Championship I.
Para peserta berkompetisi pada berbagai kategori yang dipertandingkan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, dan etika pencak silat. Di sela-sela pertandingan, para penonton juga disuguhkan pertunjukan ibing seni tradisi yang menampilkan kekayaan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas pencak silat.
Ketua IPSI Kabupaten Bandung Barat, H. Asep Samsul Falah, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa pencak silat masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat.
"Melihat animo masyarakat yang begitu besar setelah sekian lama, kami merasa bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ini menjadi motivasi bagi IPSI untuk terus melakukan pembinaan, memperbanyak kompetisi, serta melestarikan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPSI Kabupaten Bandung Barat, H. Ondi Mangkubumi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Open Championship pertama hasil kolaborasi IPSI dan PPSI.
"Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya MKP Championship I ini. Kolaborasi antara IPSI dan PPSI merupakan langkah positif untuk menyatukan semangat pelestarian pencak silat, baik dari sisi olahraga maupun seni tradisi. Kami merasa bangga dan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sehingga mampu melahirkan generasi pesilat yang berprestasi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya leluhur," ungkapnya.
Ia juga berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga seluruh paguron di Kabupaten Bandung Barat memiliki wadah yang sama dalam melakukan pembinaan atlet maupun pelestarian seni pencak silat.
Dalam kejuaraan ini, panitia menyediakan berbagai penghargaan bagi para pemenang. Juara pada setiap kategori memperoleh trofi, piagam, dan penghargaan sesuai ketentuan lomba. Sementara Juara Umum berhak membawa pulang Piala Juara Umum, sertifikat penghargaan, serta hadiah utama berupa seekor domba sebagai bentuk apresiasi atas prestasi terbaik yang diraih.
Panitia juga memberikan sertifikat penghargaan kepada seluruh peserta yang belum berhasil meraih gelar juara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, semangat, dan dedikasi mereka dalam mengikuti kompetisi.
Penyelenggaraan MKP Championship I diharapkan menjadi tonggak lahirnya agenda kejuaraan pencak silat berskala lebih besar di Kabupaten Bandung Barat. Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet berprestasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarpaguron, memperkuat seni budaya Tradisional.
Peliput Budi
Editor Emi Dewi














