Petani Muda Binaan Rumah Zakat Siap Hadapi Musim Kemarau dengan Semangat Kemandirian
Bandung Barat Kamis, 14 Mei 2026,
Relawan Rumah Zakat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi kepada salah satu penerima bantuan kewirausahaan program pertanian, yaitu Kang Toni, petani muda binaan Rumah Zakat yang tinggal di Desa Cigugur Girang, kec. Parongpong Kab Bandung Barat.
Di tengah minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, Kang Toni menjadi sosok inspiratif yang memilih tetap bertani di usia muda. Pria berusia 25 tahun ini dengan penuh semangat menjalani profesi sebagai petani meski hanya memiliki lahan yang tidak terlalu luas.
Selain mengelola lahannya sendiri, Kang Toni juga bekerja sebagai buruh tani. Dari pekerjaan tersebut, ia banyak belajar mengenai teknik bertani sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dengan belajar dari para petani senior yang telah lebih dahulu sukses.
Melalui bantuan kewirausahaan dari Rumah Zakat, Kang Toni memanfaatkan modal usaha yang diberikan untuk membeli plastik mulsa, pupuk, dan benih tanaman. Dalam waktu dekat, ia berencana menanam pakcoy dengan sistem tumpang sari bersama timun jepang sebagai upaya meningkatkan hasil pertanian.
Untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan segera datang, Kang Toni juga telah menyiapkan kolam penampungan air sebagai cadangan kebutuhan penyiraman tanaman. Pasalnya, saat musim kemarau tiba, penggunaan air harus diatur secara bergiliran sesuai jadwal para petani.
Tak hanya itu, proses penyiraman juga didukung oleh mesin diesel bantuan Rumah Zakat yang diberikan pada tahun 2023. Alhamdulillah, bantuan tersebut hingga kini masih sangat bermanfaat dan digunakan secara bersama-sama oleh beberapa petani binaan di wilayah tersebut.
“Terima kasih untuk Rumah Zakat yang peduli kepada para petani, khususnya petani muda yang belum berpengalaman seperti saya,” ujar Kang Toni penuh syukur.
Melalui program pemberdayaan pertanian ini, Rumah Zakat terus berkomitmen mendukung lahirnya petani-petani muda mandiri yang mampu menjadi penggerak ketahanan pangan sekaligus membawa harapan baru bagi sektor pertanian Indonesia.
Peliput: Budi jabrig












