SMPN 4 Padalarang Perlu Pembenahan Fasilitas Umum
Padalarang, 30 Maret 2026 — Kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah kembali berjalan normal setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Namun, di balik dimulainya aktivitas tersebut, kondisi sarana dan prasarana di SMPN 4 Padalarang menjadi sorotan, terutama terkait keterbatasan fasilitas umum yang dinilai belum memadai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Haris Panca Wardana, mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini masih menghadapi kendala serius dalam hal fasilitas, khususnya toilet. Menurutnya, jumlah toilet yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah siswa dan tenaga pendidik yang ada.
“Saat ini jumlah siswa kami mencapai lebih dari 700 orang, dengan tenaga pendidik terdiri dari 38 guru PNS dan PPPK, serta 3 orang penjaga sekolah. Sementara itu, fasilitas toilet yang tersedia hanya 8 unit, terdiri dari 4 untuk siswa laki-laki, 4 untuk siswa perempuan, dan 2 untuk para pengajar. Kondisinya pun sudah tidak layak dan perlu segera dilakukan renovasi,” ujar Haris saat ditemui awak media.
Keterbatasan ini dinilai dapat berdampak pada kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekolah, sehingga pihak sekolah berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk melakukan pembenahan fasilitas tersebut.
Selain fokus pada perbaikan sarana fisik, pihak sekolah juga terus berupaya meningkatkan kualitas akademik siswa. Selama dua bulan terakhir, SMPN 4 Padalarang telah melaksanakan kegiatan try out bekerja sama dengan penerbit Erlangga. Namun demikian, Haris mengaku masih belum puas dengan hasil yang diperoleh para siswa.
Sebagai langkah lanjutan, sekolah akan mengadakan program pemantapan intensif menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dengan waktu yang tersisa hanya empat hari, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dan hasil belajar siswa.
“Kami akan memaksimalkan waktu yang ada dengan memberikan pembinaan intensif, termasuk motivasi dan pengarahan langsung kepada siswa. Kegiatan ini sudah dimulai hari ini, Senin, 30 Maret 2026,” jelasnya.
Haris juga menambahkan bahwa meskipun waktu yang tersedia relatif singkat, pihak sekolah tetap optimistis bahwa upaya maksimal dari para tenaga pengajar akan memberikan hasil yang positif. Ia berharap, kerja keras tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para siswa, khususnya bagi mereka yang akan segera lulus tahun ini.
“Dengan usaha maksimal dari seluruh pihak, kami berharap hasil yang dicapai bisa memuaskan dan menjadi bekal yang baik bagi masa depan siswa,” pungkasnya.
Budi jabrig







