Azam Korban Penusukan
Keluarga Tak mampu membayar Iuran Administrasi Di RS Madani
Kecamatan Medan area"
Pihak Manejemen Madani Tak mempunyai misi kemanusiaan"
(Kamis/02/04/2026
Medan/
Khairul Azam
Umur 13 tahun kelas 2/SMP)mengalami Korban Penusukan di jalan menteng /kelurahan Medan tenggara / kecamatan Medan denai
Saat Azam Tengah Bermain Di Sekitaran Pengurangan Rumah"Tiba Tiba Datang Sekelompok 3 Orang yang memegang Celurit dan Tampa Basa-Basi mereka menyerang Korban Dan menusuk Tepat Pada dada Tengah
(Ulu hati)Azam) Sekitar Pukul 20.45 (malam Jumat),
Warga Sekitar langsung Berlarian dan menolong Korban dan membawa Korban Ke Tempat Klinik Terdekat"
Luka pada korban Cukup Serius Akibat Tusukan Celurit mengenai Dada
Dan kaki Sebelah kiri"
Koyak dan harus
Perawatan intensif"
Begitu di bawa ke klik
Klinik membantu dan merawat (Azam) dan mengatakan ini harus di bawa Ke RS agar bisa di obati dan di rawat dengan baik "
Secepat nya* wartawan Datang dan Aktivis Ikut membantu Muhamad Rafli Dan Pitri NST Saat di Konfirmasi Oleh Orang tua Korban Pingki,
Dan sekitar 21,45 wib
Bergegas membawa korban ke RS Madani di Jalan Ar hakim Bakti/Kecamatan Medan area,
Saat diruangan IGD Korban bernama Azam(13) Terbaring Lemah Dan Darah
Pun mengalir Keluar Disekitaran Dada Dan mengakibatkan bolong",Bukan Itu Saja yang Luka,Kaki Sebelah Kanan Pun ikut Tersayat Kepala memar merah"
Dan mirisnya,
Saat Keadaan Pasien (Azam)Terbaring Lemah Dan Pucat "Bukanya Mendapatkan Perawatan Maksimal,Malah
Pihak Rumah Sakit,RS Madani di Ruangan Administrasi meminta (Uang)DP," Untuk Bentuk Panjar Agar Pasien dimasukan Keruangan Oprasi" dan di Tindak Lanjuti Di Ruangan Insentif
Orang Tua Korban)Azam Tidak mampu untuk membayar uang sebanyak 5 juta rupiah
Kemana lah saya mencari Uang Sebanyak Itu .Sedang Kan Anak Ku yang menjadi Korban Penusukan,
Johan Merdeka Ketua WRC" Birendra Sumut"
Dan juga Aktivis Turut Hadir Di Ruangan IGD"Dan Para media Turut Hadir Untuk meliput"
Di RS Madani jalan Ar Hakim Bakti,,
Mendengar ucapkan Salah Satu Petugas Di Ruangan Administrasi Meminta DP langsung Johan Merdeka Pun Geram Dan Terpanggil Hati Nurani nya dan Mendatangi Petugas Dan mengatakan kepada Kenapa Harus Di DP Dulu Baru Kalian Tangani dan melakukan.Pengobatan
Apakah Begitu Cara kinerja Kalian Dan SOP kalian Disini RS Madani ini Bekerja
Atau adakah Kalian Kejar Target ,
Untuk mendaftarkan Pasien sebagai daftar Pasien umum'
Kalian Kerjakan Dulu itu Pasien baru kalian minta uang',
Dimana hati Nurani Kalian dan Dimana Bentuk kemanusiaan kalian Sebagai Perawat Dan Dokter Ucap Salah Satu
Aktivis" Johan merdeka Dan Juga Sebagai Ketua WRC Birendra Sumut "Walet Reaksi Cepat
Dan ini harus di gelar RDP Ke DPRD Kota Agar Sidak dan membuat Penegasan Sangsi Sosial Untuk Tidak Lagi Semena- Mena"
Dengan nyawa Pasien "
Masalah Pembiayaan' kan Bisa nanti Setelah pasien Sudah di rawat dan mendapatkan Perawatan Intensif dan Dilakukan. Pembedahan oprasi"
Setelah ramai dan adu Argumentasi dengan pihak RS Madani
Dan para wartawan ikut menyoroti kebijakan atas yang diberikan oleh pihak RS Madani"
Rumah sakit Dilarang menolak memberikan tindakan medis terhadap Pasien dalam keadaan darurat"
Hal tersebut diatur dalam Pasal 32 ayat 2"Undang undang nomor 36,tahun 2029 tentang Kesehatan) Yang Berbunyi :
Dalam Keadaan darurat Pasilitas pelayanan Kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta dilarang menolak Pasien dan meminta uang Muka /Atau DP",
Johan merdeka Aktivis Sumatra Utara mengatakan dengan tegas"
Pihak rumah Sakit Madani di Jalan Ar hakim Bakti
Sudah melanggar UNDANG-UNDANG", Dasar Kesehatan Apalagi meminta Uang DP Sebesar 5 juta Rupiah",
Kepada Keluarga Pasien,
Kini Pihak Keluarga Azam (15) Memohon Kepada Pemko Medan,Dan DPRD Medan agar Kiranya Bisa membantu Pembiayaan Azam Selama Dirumah Sakit Madani,Kecamatan Medan area
Dimana lagi Kami Minta Keadilan".Sedang kan pihak rumah sakit sedikit pun tidak ada mentoleransi kan anak Saya masuk Ke RS ini,
Ucap Johan merdeka"*..
ibnuagusmar








