Hardiknas 2026 Bandung Barat Jadi Momentum Kebangkitan Pendidikan, Pemkab Tegaskan SPMB Transparan dan Bebas KKN
Bandung Barat, 20 Mei 2026 — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dengan penuh khidmat dan semangat perubahan. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tersebut menjadi momentum penting dalam membangun komitmen bersama demi mewujudkan dunia pendidikan yang lebih maju, berkualitas, serta mampu menjawab tantangan masa depan.
Peringatan Hardiknas tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, namun juga diwarnai dengan langkah strategis melalui penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Penandatanganan tersebut melibatkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bandung Barat, Kapolres Bandung Barat, Komandan Kodim, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan Negeri, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edi Safrudi, S.Pd., menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan sistem penerimaan murid baru yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kolusi, korupsi, maupun nepotisme.
“Melalui penandatanganan Pakta Integritas ini, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru tahun 2026 berjalan secara jujur, adil, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak boleh ada praktik titipan maupun penyimpangan dalam proses penerimaan siswa baru,” tegas Edi Safrudi.
Ia menjelaskan, mekanisme penerimaan peserta didik baru tetap mengacu pada regulasi resmi pemerintah dengan empat jalur penerimaan utama, yakni:
Jalur Domisili
Jalur Prestasi
Jalur Afirmasi
Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali
Menurutnya, seluruh jalur tersebut dirancang agar memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Pakta Integritas ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Kami ingin seluruh proses berjalan objektif dan sesuai aturan,” ujarnya.
Selain membahas pelaksanaan SPMB, momentum Hardiknas 2026 juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai target dan harapan besar terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik, mutu proses pembelajaran, hingga perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
Peningkatan fasilitas pendidikan dinilai menjadi kebutuhan penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan optimal bagi guru maupun peserta didik.
“Kami ingin kualitas pendidikan di Bandung Barat terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kualitas lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan siswa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat juga memberikan perkembangan terbaru terkait pengisian kekosongan jabatan kepala sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Saat ini tercatat sekitar 315 posisi kepala sekolah masih mengalami kekosongan di berbagai wilayah Kabupaten Bandung Barat. Kondisi tersebut sebelumnya menjadi perhatian serius karena berpengaruh terhadap efektivitas manajemen dan pelayanan pendidikan di sekolah.
Edi Safrudi menjelaskan bahwa proses seleksi dan penentuan calon kepala sekolah sebenarnya telah selesai dilakukan. Saat ini pihaknya tengah menyelesaikan tahapan administrasi sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.
“Proses pencetakan dan penentuan calon kepala sekolah sudah selesai. Saat ini tinggal tahapan administrasi dan prosedur lainnya yang harus ditempuh sesuai ketentuan. Kami mohon masyarakat bersabar karena semuanya sedang diproses,” jelasnya.
Ia optimistis pengangkatan dan pelantikan kepala sekolah definitif dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Insyaallah kami sedang berusaha semaksimal mungkin agar pengangkatan dan pelantikan kepala sekolah bisa segera terlaksana, bahkan mudah-mudahan dapat diselesaikan pada bulan ini juga,” katanya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Bandung Barat pun diharapkan menjadi titik awal kebangkitan dunia pendidikan yang lebih baik, profesional, dan berintegritas. Pemerintah daerah berharap seluruh program peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Dengan semangat Hardiknas, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, serta mampu mencetak generasi muda yang ungguldan berdaya saing di masa mendatang.
Budi jabrig












