Jelang Idu ladha 2026, Pemprov Jabar Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di 24 Daerah untuk Jaga Stabilitas Harga
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 24 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Jumat (22/5/2026). Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.
Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dipusatkan di halaman Desa Pasirpogor, Kecamatan Sindangkerta. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim, serta Camat Sindangkerta, Agus Achmad Setiawan.
Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Sejumlah komoditas yang dijual dalam program tersebut di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, tepung terigu, cabai, bawang merah, bawang putih hingga aneka produk pangan lainnya.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Iduladha. Menurutnya, momentum hari besar keagamaan biasanya diiringi peningkatan permintaan bahan pangan yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kestabilan inflasi daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan distribusi bahan pokok agar tetap aman hingga perayaan Idul adha selesai.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan murah, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul adha,” katanya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah pelaku usaha pangan, kelompok tani, distributor, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi pangan sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah.
Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak masyarakat mengaku terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah karena harga sejumlah komoditas di pasar mulai mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan pasokan pangan menjelang Iduladha 2026. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat dapat menjalani perayaan hari besar keagamaan dengan aman, nyaman, dan kebutuhan pangan yang tetap terpenuhi.
Budi jabrig












