
Bandung Barat, -bjnewsmedia.com--Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Melalui program Training Center (TC) yang digelar secara intensif, para atlet karate KBB kini menjalani pembinaan berkelanjutan dengan target meraih tiga medali emas pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Ketua FORKI Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi Setiawan, mengatakan saat ini pihaknya tengah melaksanakan pemusatan latihan yang dilakukan sebanyak empat kali dalam satu pekan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan fisik, teknik, hingga mental bertanding para atlet yang akan menjadi andalan KBB pada Porprov mendatang.
"Ini kita sedang mengadakan TC, di mana latihan dilaksanakan empat kali dalam seminggu. Biasanya atlet yang hadir penuh, namun hari ini yang hadir sekitar 16 atlet. Mungkin karena masih suasana libur sehingga ada yang memiliki acara keluarga atau keperluan lainnya sehingga tidak semuanya bisa mengikuti latihan," ujar Asep saat ditemui di GOR Desa Cangkorah, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, program TC akan terus berjalan hingga kurang lebih delapan bulan ke depan atau menjelang pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2026. Dengan pola pembinaan yang dilakukan secara kontinu dan didukung rekam jejak atlet yang saat ini telah memiliki rating, FORKI KBB optimistis mampu mencapai target prestasi yang telah ditetapkan.
"Kami menargetkan raihan tiga medali emas pada Porprov Jawa Barat 2026. Untuk itu, kami akan mengirimkan 16 atlet putra dan putri yang saat ini terus dipersiapkan secara maksimal," katanya.
Asep menjelaskan, fokus latihan saat ini masih berada pada tahap penguatan fisik yang dikombinasikan dengan peningkatan teknik dasar. Sementara memasuki tiga bulan menjelang pertandingan, porsi latihan akan lebih difokuskan pada teknik bertanding secara menyeluruh.
"Hari ini masih tahap penguatan, tetapi sekarang sudah dikolaborasikan antara penguatan fisik dan teknik. Kalau tiga bulan lagi, latihan akan lebih total pada teknik bertanding," ungkapnya.
Selain nomor kumite, FORKI KBB juga memberikan perhatian khusus terhadap nomor kata beregu putra dan kata beregu putri. Berbagai aspek teknik terus diasah, termasuk peningkatan kualitas gerakan dan bantingan agar tampil lebih baik saat bertanding.
"Kata beregu putri dan kata beregu putra juga terus kami persiapkan. Saat ini kami sedang melakukan penguatan pada teknik bantingan supaya gerakannya lebih lentur dan hasilnya lebih maksimal," jelasnya.
Di sisi lain, Asep berpesan kepada seluruh atlet agar tetap disiplin menjalani latihan dan mematuhi instruksi pelatih demi mencapai hasil terbaik pada Porprov mendatang.
"Untuk para atlet, teruslah berlatih dan jangan sampai surut semangat. Ikuti setiap arahan pelatih, karena apa yang menjadi instruksi pelatih harus dijalankan dengan baik," tegasnya.
Terkait dukungan terhadap cabang olahraga, Asep menyampaikan harapannya kepada kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat yang baru agar mampu memperjuangkan kebutuhan atlet dan cabang olahraga, khususnya dalam hal anggaran pembinaan.
Ia menilai dukungan anggaran menjadi faktor penting dalam menunjang prestasi atlet, termasuk untuk pengadaan berbagai peralatan latihan yang dibutuhkan.
"Dengan kepengurusan KONI yang baru, kami berharap mampu memfasilitasi dan memperjuangkan aspirasi cabang olahraga, terutama dari sisi anggaran. Anggaran yang ada sebelumnya tentu belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembinaan," ujarnya.
Asep juga mengapresiasi komitmen Bupati Bandung Barat yang sebelumnya telah menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan olahraga prestasi di daerah.
"Kemarin Bupati juga menyampaikan akan membantu memaksimalkan dukungan terhadap olahraga. Mudah-mudahan dengan kolaborasi yang baik antara Bupati dan Ketua KONI saat ini, kebutuhan cabang olahraga bisa lebih diperhatikan," katanya.
Menurutnya, hampir seluruh cabang olahraga saat ini membutuhkan dukungan peralatan yang memadai guna menunjang program latihan dan peningkatan prestasi atlet.
"Kami sangat berharap anggaran untuk cabang olahraga bisa benar-benar maksimal. Saat ini semua cabor membutuhkan dukungan peralatan, seperti protektor, matras, dan perlengkapan lainnya. Kami berharap kebutuhan tersebut dapat segera direalisasikan," pungkasnya.
Editor: Emi Dewi














