
Bandung Barat, 18 Juli 2026 – Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan mewarnai peringatan Milangkala ke-42 Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yang digelar pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Pareang Kolot RW 01, Desa Mandalasari ini dihadiri oleh Kepala Desa Mandalasari Ahmad Subehi, perangkat desa, tokoh masyarakat, panitia, serta ribuan warga dari berbagai kalangan.
Peringatan hari jadi desa tahun ini mengusung semangat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui kegiatan Gerak Jalan Sehat "Ngaprak Lembur", yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Sejak pagi hari, peserta telah memadati lokasi kegiatan. Antusiasme warga terlihat begitu tinggi, mulai dari anak-anak usia sekolah dasar, remaja, orang dewasa, hingga para lanjut usia (lansia) turut berpartisipasi dalam gerak jalan sehat yang menjadi agenda utama perayaan Milangkala Desa Mandalasari.
Kepala Desa Mandalasari, Ahmad Subehi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi seluruh masyarakat yang telah ikut menyukseskan peringatan hari jadi desa ke-42 tersebut.
"Milangkala bukan sekadar memperingati usia desa, tetapi menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa memiliki terhadap desa, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Mandalasari yang lebih maju," ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kekompakan warga Desa Mandalasari masih terus terjaga dengan baik.
Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Sehat
Kegiatan Gerak Jalan Sehat "Ngaprak Lembur" menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Milangkala tahun ini. Rute yang dilalui peserta mengajak masyarakat menikmati suasana pedesaan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga.
Panitia menyediakan berbagai hadiah menarik (doorprize) bagi para peserta. Setiap warga yang mengikuti gerak jalan memperoleh kupon undian dengan kesempatan memenangkan beragam hadiah yang telah disiapkan.
Pengundian hadiah berlangsung meriah dan disambut sorak gembira para peserta. Momen tersebut menjadi salah satu hiburan yang semakin menambah kemeriahan acara.
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga, mempererat hubungan sosial, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Desa Mandalasari.
Sekilas Sejarah Berdirinya Desa Mandalasari
Momentum Milangkala ke-42 juga menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah lahirnya Desa Mandalasari.
Berdasarkan catatan sejarah desa, sebelum tahun 1980 wilayah yang kini menjadi Desa Mandalawangi dan Desa Mandalasari masih merupakan bagian dari Desa Rajamandalakulon.
Pada tahun 1980, Desa Rajamandalakulon melakukan pemekaran wilayah sehingga terbentuk Desa Mandalawangi.
Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1984, Pemerintah Desa Mandalawangi kembali melakukan pemekaran wilayah menjadi dua desa. Jalan Raya Rajamandala ditetapkan sebagai batas utama wilayah administrasi. Dari proses pemekaran tersebut lahirlah Desa Mandalasari, yang kemudian berkembang menjadi desa mandiri hingga saat ini.
Selama 42 tahun perjalanan pembangunan, Desa Mandalasari terus mengalami berbagai kemajuan di berbagai sektor, baik pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen Membangun Desa yang Maju dan Kondusif
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ahmad Subehi, Pemerintah Desa Mandalasari terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan transparansi, partisipasi masyarakat, serta semangat gotong royong.
Berbagai inovasi pelayanan publik terus dikembangkan guna mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, responsif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan Milangkala ke-42 menjadi bukti nyata
Peliput: yusida
Editor Emi Dewi

















