
Bandung Barat, 5 Juli 2026 – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan perdana arena Ketangkasan Domba Qamidang Padamekar yang berlokasi di Padamekar, Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (5/7/2026).
Acara bersejarah tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Nanggerang, Rachmat Wibowo, S.IP, disaksikan oleh tokoh masyarakat, panitia penyelenggara, para pecinta seni ketangkasan domba, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena merupakan penyelenggaraan perdana ketangkasan domba di arena Qamidang Padamekar. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, tidak hanya dari warga Desa Nanggerang dan Kabupaten Bandung Barat, tetapi juga dari para peserta yang datang dari berbagai kabupaten di Jawa Barat untuk turut berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Penyelenggaraan ketangkasan domba ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus Milangkala ke-109 Desa Nanggerang. Melalui kegiatan ini, pemerintah desa bersama masyarakat berupaya melestarikan budaya Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun, sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarkomunitas peternak dan pecinta domba.
Sejak registrasi dibuka, jumlah peserta yang mendaftarkan diri terus bertambah. Panitia mencatat tingginya minat peserta untuk mengikuti pertandingan, sehingga arena dipenuhi domba-domba unggulan dari berbagai daerah. Kehadiran peserta dari luar Kabupaten Bandung Barat menunjukkan bahwa ketangkasan domba masih memiliki daya tarik yang kuat sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Jawa Barat.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan pengunjung mendorong meningkatnya aktivitas pelaku usaha kecil, pedagang makanan dan minuman, hingga pelaku UMKM lokal yang memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan penjualan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Nanggerang, Rachmat Wibowo, S.IP, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan perdana tersebut. Ia mengapresiasi seluruh panitia, tokoh masyarakat, komunitas ketangkasan domba, serta warga yang telah bekerja sama sehingga acara dapat terlaksana dengan lancar.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar pertandingan ketangkasan domba, tetapi juga menjadi upaya nyata melestarikan budaya Sunda yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Kami berharap arena Ketangkasan Domba Qamidang Padamekar dapat menjadi pusat kegiatan budaya, olahraga tradisional, sekaligus destinasi wisata yang mampu mengangkat potensi Desa Nanggerang," ujar Rachmat Wibowo, S.IP.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan cakupan peserta yang lebih luas, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan memperkenalkan Desa Nanggerang sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga kelestarian budaya lokal.
Masyarakat yang hadir menyambut positif terselenggaranya kegiatan perdana ini. Sorak sorai penonton terdengar setiap kali pasangan domba memasuki arena pertandingan. Antusiasme warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kekeluargaan.
Panitia penyelenggara berharap kegiatan perdana ini menjadi awal yang baik bagi perkembangan arena Ketangkasan Domba Qamidang Padamekar. Dengan dukungan pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat, arena tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu ikon budaya dan destinasi unggulan di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Desa Nanggerang menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional di tengah perkembangan zaman. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan mampu menjadi perekat persatuan sekaligus sumber kebanggaan dae
Peliput Budi
Editor Emi Dewi















