
Bandung Barat, 14 Juni 2026 — bjnews media.com--Semangat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah mewarnai peringatan Milangkala ke-5 sekaligus Musyawarah Besar (Mubes) Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4 KBB) yang digelar di Wisata Pakuhaji, Minggu (14/6/2026).
Mengusung tema “Revitalisasi Struktur dalam Akselerasi Perwujudan Visi dan Misi Organisasi sebagai Mitra Strategis dan Kontrol Sosial Pemerintah Kabupaten Bandung Barat”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi P4 KBB untuk melakukan konsolidasi organisasi, mengevaluasi perjalanan lima tahun pengabdian, sekaligus menyusun arah gerak organisasi untuk periode kepengurusan 2026–2031.
Acara dihadiri oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung Barat, jajaran pengurus dan anggota P4 KBB dari berbagai kecamatan, tokoh masyarakat, unsur pemuda, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah yang selama ini menjadi mitra dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.
Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, pembacaan laporan pertanggungjawaban organisasi, refleksi perjalanan lima tahun P4 KBB, evaluasi program kerja, hingga pelaksanaan Musyawarah Besar yang menjadi forum tertinggi organisasi dalam menentukan arah kebijakan dan kepengurusan baru.
Ketua P4 KBB, Yacob Anwar Lewi, dalam sambutannya menegaskan bahwa revitalisasi struktur organisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas gerakan organisasi dalam mengawal pembangunan daerah.
Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan organisasi masyarakat yang kuat, adaptif, dan memiliki jaringan hingga tingkat akar rumput. Karena itu, penguatan kelembagaan menjadi prioritas utama agar P4 KBB mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Lima tahun perjalanan ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi kami. P4 KBB lahir dari semangat kepedulian terhadap pembangunan daerah. Kini saatnya kita memperkuat struktur organisasi agar lebih responsif, lebih solid, dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan tidak semata-mata sebagai pengkritik kebijakan pemerintah, tetapi juga harus mampu menghadirkan gagasan, masukan, serta solusi yang konstruktif demi terciptanya pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam forum Musyawarah Besar, peserta secara aktif membahas berbagai agenda strategis organisasi. Beberapa program prioritas yang disepakati untuk lima tahun ke depan meliputi penguatan jaringan relawan pembangunan di seluruh kecamatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia anggota, pendampingan aspirasi masyarakat, penguatan advokasi kebijakan publik, serta pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan dan pelayanan publik.
Selain itu, P4 KBB juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat guna menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat memberikan apresiasi atas kontribusi dan konsistensi P4 KBB selama lima tahun terakhir. Menurutnya, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga partisipasi publik dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap P4 KBB dapat terus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjadi mitra kritis yang mampu memberikan masukan objektif demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Keberadaan organisasi seperti P4 KBB sangat penting dalam memperkuat demokrasi partisipatif. Pemerintah membutuhkan dukungan sekaligus masukan dari masyarakat agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Momentum Milangkala V juga menjadi ajang mempererat solidaritas antaranggota yang selama ini tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bandung Barat. Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menilai keberadaan P4 KBB telah memberikan kontribusi positif dalam mengawal berbagai isu pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya partisipasi dalam pembangunan daerah.
Setelah melalui proses musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kebersamaan, peserta Mubes menetapkan berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi landasan kerja organisasi untuk periode mendatang. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi P4 KBB sebagai organisasi yang independen, profesional, dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Peringatan Milangkala ke-5 kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir. Momen tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen seluruh anggota untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.
Dengan semangat revitalisasi dan penguatan struktur organisasi, P4 KBB optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan serta terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan representasi aspirasi masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang maju, transparan, dan sejahtera.
Budi jabrig














