Momen Halal Bihalal dan Saling Memaafkan Ciptakan Keharmonisan Antar Manusia
Bandung Barat, Kamis (02/04/2026) — Tradisi halal bihalal kembali menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan dan saling memaafkan di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan yang ditutup dengan Hari Raya Idulfitri.
Dinas Kebersihan Kabupaten Bandung Barat menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung di UPT Kebersihan Jalan Raya Gedong Lima, Padalarang. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bandung Barat, Ibrahim Aji, beserta jajaran pegawai dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan tersebut, di mana para pegawai saling bersalaman dan bermaafan sebagai wujud mempererat hubungan kerja dan meningkatkan sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Di sela-sela kegiatan, Ibrahim Aji menyampaikan bahwa pelaksanaan halal bihalal tahun ini dilakukan sedikit lebih lambat dibandingkan biasanya. Hal tersebut disebabkan oleh padatnya aktivitas dan kesibukan di lingkungan perkantoran.
“Karena kesibukan di lingkungan perkantoran, kegiatan halal bihalal ini baru bisa kita laksanakan hari ini. Namun, semangat silaturahmi dan saling memaafkan tetap menjadi inti dari kegiatan ini,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antar pegawai, Ibrahim Aji juga menyoroti persoalan persampahan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait sampah dedaunan yang belum terangkut di sejumlah titik.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut saat ini sudah mulai kembali normal. Namun demikian, pihaknya masih menghadapi kendala dalam hal ketersediaan armada pengangkut sampah.
“Total armada yang kita miliki saat ini sebanyak 130 unit, tetapi yang berfungsi hanya sekitar 40 unit, dan itu pun tidak semuanya dalam kondisi prima. Dampaknya, dari 16 kecamatan yang ada, baru 10 kecamatan yang dapat terlayani secara maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan, Syahria, menambahkan bahwa permasalahan persampahan juga terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA). Kondisi TPA yang mengalami kelebihan kapasitas menyebabkan antrean panjang kendaraan pengangkut sampah.
“Permasalahan juga terjadi di pembuangan akhir karena kapasitas yang overload, sehingga antrean menjadi panjang dan kami harus tetap mengikuti aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak Dinas Kebersihan telah merencanakan penambahan armada guna meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah. Usulan tersebut telah diajukan, dan pada tahun 2026 direncanakan akan ada tambahan armada dengan sistem sewa sebanyak tiga unit.
“Penambahan armada ini sangat penting untuk menunjang kelancaran penarikan sampah. Kami sudah mengajukan, dan tahun 2026 direncanakan ada tiga unit armada tambahan dengan sistem sewa,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran pada tahun 2025 menjadi salah satu kendala utama belum terealisasinya pembelian armada baru. Selain itu, adanya kenaikan harga dari pihak penyedia turut memengaruhi kemampuan anggaran yang tersedia.
“Nilai pagu anggaran tahun 2025 masih kurang, ditambah adanya kenaikan harga dari perusahaan, sehingga hingga saat ini armada belum bisa direalisasikan pembeliannya,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, pihak dinas mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, khususnya dengan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi beban di TPA dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Kami mengajak masyarakat untuk memilah sampah, terutama sampah organik agar tidak seluruhnya dibuang ke TPA. Ini merupakan langkah sederhana namun sangat berdampak besar,” pungkasnya.
Melalui kegiatan halal bihalal ini, diharapkan tidak hanya terjalin hubungan yang harmonis antar pegawai, tetapi juga tercipta semangat baru dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Barat
Editor: Dewi Nurjanah










