Monitoring Lapangan dan Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan Program MBG di Cikalongwetan
Cikalongwetan — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikalongwetan terus dievaluasi guna memastikan efektivitas dan keberlanjutannya. Dalam rapat evaluasi terbaru, berbagai pihak menegaskan bahwa monitoring langsung ke lapangan serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam menyukseskan program tersebut.
Danramil Cikalongwetan, Kapten Inf Yudi Komar, menekankan pentingnya keterlibatan langsung para pemangku kepentingan dalam memantau pelaksanaan program. Menurutnya, pendekatan ini diperlukan agar setiap kendala yang terjadi dapat diidentifikasi secara nyata dan ditangani dengan solusi yang tepat.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan laporan; harus turun langsung ke lapangan agar mengetahui kondisi sebenarnya; dengan begitu, solusi yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program MBG melibatkan banyak pihak, sehingga koordinasi lintas sektor menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Setiap permasalahan yang muncul, lanjutnya, harus segera dikomunikasikan melalui forum koordinasi agar dapat diselesaikan secara bersama-sama dan tidak berlarut-larut.
Sementara itu, Koordinator SPPG Kecamatan Cikalongwetan, Abdilah Abdi Natanegara, dalam paparannya menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG didukung oleh berbagai sumber anggaran, baik dari pemerintah pusat maupun sumber lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat pelaksana.
“Kami masih terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak pusat; hal ini penting agar setiap kendala teknis maupun administratif dapat segera diatasi,” jelasnya.
Abdilah juga memaparkan bahwa pelaksanaan program MBG dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari tahap awal selama 45 hari, kemudian 90 hari, hingga keseluruhan proses yang dapat berlangsung selama 4 sampai 5 bulan. Tahapan ini, menurutnya, membutuhkan kesabaran serta kerja sama yang baik dari seluruh pihak yang terlibat.
Dalam rapat tersebut, turut disampaikan hasil survei kepuasan masyarakat terhadap program MBG. Survei ini melibatkan 316 responden yang berasal dari 13 desa di Kecamatan Cikalongwetan, dengan cakupan penilaian meliputi rasa makanan, variasi menu, porsi, manfaat kesehatan, hingga dampaknya terhadap pendidikan.
Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 48 persen responden menyatakan cukup puas terhadap rasa makanan; 14 persen menyatakan sangat puas; sementara 29,8 persen lainnya mengaku masih kurang puas. Dari sisi porsi, mayoritas responden menilai makanan yang diberikan sudah cukup mengenyangkan. Adapun dari segi manfaat kesehatan, sebagian besar responden merasakan adanya peningkatan stamina, meskipun masih berada pada kategori cukup puas.
“Secara umum program ini sudah berjalan baik dan memberikan dampak positif; namun tetap perlu perbaikan, terutama pada variasi menu dan kualitas layanan,” ungkap Abdilah.
Selain survei kepuasan, evaluasi juga dilakukan melalui pengukuran antropometri yang telah dimulai sejak Agustus 2025. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menilai dampak jangka panjang program terhadap pertumbuhan dan kesehatan peserta didik.
Tidak hanya itu, dampak MBG terhadap kehadiran serta konsentrasi belajar siswa juga menjadi perhatian utama. Program ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran di sekolah dengan memastikan kebutuhan gizi siswa terpenuhi secara optimal.
Rapat evaluasi ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG. Pemerintah kecamatan bersama para pemangku kepentingan sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, serta menindaklanjuti berbagai masukan dari masyarakat.
Ke depan, program MBG diharapkan tidak hanya mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak yang lebih signifikan dalam meningkatkan kualitas gizi serta pendidikan generasi muda.
“Melalui evaluasi ini, kita berharap program MBG dapat terus disempurnakan; sehingga benar-benar menjadi solusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.








