
Bandung -bjneswmedia.com-
Ngertakeun Bumi Lamba merupakan filosofi luhur masyarakat Sunda yang mengandung makna mendalam tentang pentingnya memahami, menjaga, dan memelihara alam agar tetap lestari. Dalam peribahasa Sunda disebutkan bahwa “Ngertakeun Bumi Lamba” berarti ngaharti, ngajaga, jeung ngamumule (memahami, menjaga, dan memelihara). Filosofi ini mengajarkan bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam agar terhindar dari berbagai kerusakan lingkungan yang dapat berdampak pada kehidupan generasi mendatang.
Dalam rangka menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam, para tokoh Sunda bersama berbagai komunitas seni dan budaya menggalang kebersamaan untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan hidup. Upaya ini dilakukan agar anak cucu di masa depan tetap dapat menikmati alam yang asri, bersahaja, dan memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.
Baru-baru ini, sebuah prosesi budaya Ngertakeun Bumi Lamba diselenggarakan di kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Bandung, pada Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai komunitas seni dan budaya dari seluruh Nusantara maupun mancanegara.
Peserta dari Indonesia datang dari berbagai daerah, antara lain Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatra. Sementara dari luar negeri, hadir pula perwakilan komunitas budaya dari India dan Malaysia. Kehadiran para peserta menunjukkan besarnya perhatian terhadap nilai-nilai budaya dan pelestarian lingkungan yang menjadi semangat utama Ngertakeun Bumi Lamba.
Prosesi berlangsung dengan suasana yang sangat sakral dan khidmat. Antusiasme masyarakat yang hadir turut menambah semarak acara, sekaligus menunjukkan dukungan terhadap gerakan pelestarian alam yang berlandaskan nilai-nilai budaya leluhur.
Turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut, Organisasi Panahan Walet Basura Nusantara yang diketuai oleh Uri Sigar, serta Perkumpulan Seni Budaya Nusantara (PSBN) yang dipimpin oleh Ambu Ririn. Kedua organisasi tersebut menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya dan menjaga kelestarian alam.
Dalam sambutannya, Ketua Penyelenggara menyampaikan bahwa Ngertakeun Bumi Lamba merupakan momentum yang sangat tepat di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, tanpa mengenal batas ruang dan waktu.
Menurutnya, sebagai anak bangsa, masyarakat Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri budaya. Nilai-nilai luhur warisan para leluhur harus tetap dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Salah satu wujud nyata dari pelestarian tersebut adalah dengan menjaga alam dan lingkungan sebagai sumber kehidupan bersama.
“Melalui Ngertakeun Bumi Lamba, kita diingatkan kembali bahwa menjaga alam bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kepada anak cucu kita kelak. Dengan alam yang lestari, kehidupan akan tetap harmonis dan memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia,” pungkasnya.
Kegiatan Ngertakeun Bumi Lamba diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup serta terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Nusantara sebagai warisan yang tak ternilai harganya.
Peliput; Bun Devi
Editor: Emi Dewi















