DPRD dan BPBD Kabupaten Bandung Barat Perkuat Mitigasi Bencana Melalui Sosialisasi Kebencanaan di Sekretariat PKS KBB
Bandung Barat, Jumat 08 Mei 2026 — Dalam rangka Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama DPRD Kabupaten Bandung Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat Kecamatan Ngamprah yang bertempat di Sekretariat PKS Kabupaten Bandung Barat, Jumat (08/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas BPBD Kabupaten Bandung Barat, Drs. Asep Sehabudin, jajaran kepala bidang BPBD, Ketua DPRD sekaligus anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera, H. Muhammad Mahdi, serta pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat. Turut hadir pula sekitar 65 peserta dari perwakilan desa se-Kecamatan Ngamprah yang mayoritas berasal dari kalangan usia muda di bawah 40 tahun.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat yang memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana alam seperti longsor dan pergerakan tanah.
Dalam sambutannya, Drs. Asep Sehabudin menyampaikan bahwa pihaknya menerima undangan dari salah satu partai politik, yakni PKS, untuk menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Bencana tidak mengenal tempat, waktu maupun usia. Karena itu masyarakat harus tetap waspada dan memahami bagaimana cara menanggulangi serta melakukan penanganan ketika bencana terjadi. Setiap individu harus memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Asep saat memberikan materi sosialisasi.
Ia juga menambahkan bahwa wilayah Kecamatan Ngamprah termasuk salah satu daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, terutama saat memasuki musim penghujan. Oleh sebab itu, edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat dinilai sangat penting agar masyarakat mampu melakukan langkah mitigasi secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Wilayah Ngamprah harus tetap waspada terhadap potensi longsor. Kita semua harus saling mengingatkan dan menjaga lingkungan agar risiko bencana dapat diminimalisir,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, H. Muhammad Mahdi, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pengawasan kebencanaan sepenuhnya menjadi tugas pemerintah, DPRD, maupun dinas terkait. Padahal menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap bencana.
“Masyarakat sering berpikir bahwa urusan kebencanaan hanya diawasi pemerintah dan dinas terkait. Padahal kita semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam pengawasan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Mahdi.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2026, khususnya dalam memastikan program mitigasi bencana dapat tersampaikan secara langsung kepada masyarakat hingga tingkat desa.
Menurut Mahdi, masyarakat perlu memahami langkah-langkah pencegahan, penanggulangan, hingga proses evakuasi ketika terjadi bencana di lingkungan sekitar. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek penanganan, namun juga mampu menjadi bagian dari solusi dalam situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mitigasi bencana, pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan lingkungan, serta langkah cepat penanganan darurat. Selain itu, berbagai masukan dan poin-poin penting terkait upaya penanggulangan bencana juga disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi dan penguatan program kebencanaan ke depan.
Meski dalam kegiatan kali ini belum dilaksanakan sesi interaktif secara mendalam antara narasumber dan masyarakat, pihak penyelenggara menyebut bahwa berbagai aspirasi dan masukan dari peserta tetap telah dihimpun untuk disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Walaupun belum ada sesi interaktif yang panjang, kami sudah menyampaikan berbagai poin penting dan masukan untuk pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana,” ungkap Mahdi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Kehadiran generasi muda dari berbagai desa di Kecamatan Ngamprah dinilai menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, BPBD, organisasi masyarakat, dan warga dapat terus terjalin demi menciptakan Kabupaten Bandung Barat yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
(Redaksi)
Budi jabrig











