
Bandung Barat, 1 Juli 2026 – Masa libur sekolah bukan berarti seluruh aktivitas pendidikan berhenti. Di balik libur yang dinikmati peserta didik, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap menjalankan berbagai tugas profesional guna memastikan layanan pendidikan semakin berkualitas serta mempersiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.
Hal tersebut juga dilakukan oleh SMP PGRI 385 Puteran, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Bandung Barat. Selama masa libur sekolah, berbagai kegiatan strategis tetap berlangsung sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menyukseskan pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala SMP PGRI 385 Puteran, Iden Suparman, S.Pd., menyampaikan bahwa masa libur peserta didik merupakan momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk melakukan evaluasi, pembenahan, serta perencanaan berbagai program pendidikan.
"Libur sekolah bukan berarti sekolah berhenti bekerja. Justru pada masa inilah kami melakukan berbagai persiapan agar peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang semakin baik, nyaman, aman, dan berkualitas ketika memasuki tahun ajaran baru," ujar Iden Suparman.
Selama masa libur sekolah, jajaran guru dan tenaga kependidikan melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya penyusunan program kerja sekolah, evaluasi capaian pembelajaran semester sebelumnya, penyempurnaan perangkat ajar, penyusunan modul pembelajaran, pengembangan asesmen, penyusunan jadwal pelajaran, pembagian tugas mengajar, penataan administrasi akademik, serta penguatan budaya kerja yang profesional.
Selain itu, sekolah juga melakukan penataan sarana dan prasarana agar lingkungan belajar menjadi lebih bersih, sehat, aman, dan nyaman. Ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, fasilitas sanitasi, lingkungan sekolah, hingga berbagai fasilitas pendukung pembelajaran dipersiapkan secara optimal untuk menyambut peserta didik pada awal tahun ajaran baru.
Tidak hanya fokus pada administrasi, para guru juga memanfaatkan masa libur untuk meningkatkan kompetensi profesional melalui kegiatan belajar mandiri, diskusi kelompok, penyusunan media pembelajaran inovatif, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta memperdalam berbagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Menurut Iden Suparman, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan pendidikan yang bermutu.
"Guru harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan terus berubah sehingga tenaga pendidik juga harus mampu beradaptasi dengan teknologi, metode pembelajaran yang kreatif, serta kebutuhan peserta didik yang semakin dinamis," katanya.
Di sisi lain, pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Ajaran 2026/2027 juga menjadi perhatian utama sekolah. Berbagai persiapan dilakukan agar proses penerimaan peserta didik baru berlangsung secara tertib, transparan, objektif, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Panitia PMB terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai berbagai program unggulan sekolah, fasilitas pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan karakter, serta komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, religius, disiplin, dan berprestasi.
SMP PGRI 385 Puteran berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta pengembangan potensi setiap peserta didik sesuai bakat dan minatnya.
Dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, sekolah juga terus memperkuat kolaborasi dengan orang tua, komite sekolah, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Peliput Budi
Editor Emi Dewi


















