
Bandung Barat –23 juni 2026Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 yang menjadi momentum lahirnya Paguyuban Pengusaha Lokal Kabupaten Bandung Barat. Organisasi yang baru terbentuk dalam beberapa pekan terakhir ini langsung menunjukkan komitmennya melalui kegiatan sosial berupa santunan kepada 119 anak yatim serta penguatan sinergi antar pelaku usaha lokal di Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Paguyuban Pengusaha Lokal Kabupaten Bandung Barat mengatakan bahwa kehadiran paguyuban tersebut bertujuan menjadi wadah pemersatu seluruh pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19 menjadi momen yang tepat untuk mempererat kebersamaan antar pengusaha sekaligus membangun semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
"Melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19 ini, kami berharap paguyuban dapat menjadi rumah besar bagi seluruh pengusaha lokal. Kami ingin membangun kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, paguyuban juga memberikan santunan kepada sebanyak 119 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.
Meski tergolong organisasi yang masih sangat baru, dukungan terhadap keberadaan paguyuban dinilai sangat positif. Ketua paguyuban mengungkapkan bahwa dalam waktu kurang dari dua minggu sejak pembentukannya, berbagai perusahaan dan pelaku usaha telah memberikan dukungan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Sejumlah perusahaan yang turut memberikan dukungan antara lain PT A Medis, PT Royal, PT Aira, PT Indra, Bank BJB, Bank BTN, serta berbagai pengusaha lokal dari beragam sektor usaha yang berada di Kabupaten Bandung Barat.
"Kami sangat bersyukur karena meskipun paguyuban ini baru berdiri sekitar satu hingga dua minggu, antusiasme dan dukungan dari para pengusaha sangat luar biasa. Ini menjadi modal besar untuk membangun organisasi yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Ke depan, paguyuban berencana melakukan konsolidasi hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk menghimpun seluruh potensi usaha lokal yang selama ini tersebar di berbagai wilayah, termasuk pelaku UMKM yang berada di tingkat desa.
Program tersebut akan diwujudkan melalui kunjungan dan koordinasi ke sejumlah kecamatan guna membentuk kepengurusan sektor kecamatan serta memperluas jaringan pengusaha lokal.
"Kami ingin hadir di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Nantinya akan dibentuk sektor-sektor kecamatan agar para pelaku usaha dapat saling terhubung dan berkembang bersama. Kami juga akan mengajak para pelaku UMKM di desa-desa untuk bergabung sehingga seluruh potensi ekonomi lokal dapat terdata dan terkoordinasi dengan baik," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan paguyuban bukan untuk menciptakan persaingan di antara para pelaku usaha, melainkan menjadi sarana kolaborasi dan kebersamaan.
"Kami bukan pesaing siapa pun. Justru kami ingin merangkul seluruh pengusaha, baik usaha besar, menengah maupun kecil. Semua harus bisa berjalan bersama, saling mendukung, dan tumbuh secara kolektif demi kemajuan Kabupaten Bandung Barat," tegasnya.
Selain memperkuat jaringan usaha, paguyuban juga berharap mendapatkan dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat agar berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara maksimal.
Pihaknya meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Sebagai bagian dari agenda mendatang, paguyuban telah menyiapkan sejumlah program yang akan dilaksanakan pada Agustus
Peliputan Budi
Editor Emi Dewi














