
Bandung Barat, 8 Juli 2026 – Pemerintah Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sukses menyelenggarakan Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) unsur keterwakilan perempuan untuk masa bakti 2026–2034. Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cikole, Rabu (8/7/2026), berjalan aman, tertib, dan penuh semangat demokrasi dengan melibatkan unsur perempuan dari berbagai elemen masyarakat.
Kepala Desa Cikole, Drs. H. Tajudin, M.Ag., menjelaskan bahwa pemilihan tersebut merupakan bagian dari tahapan pembentukan keanggotaan BPD sesuai mekanisme yang berlaku. Kehadiran unsur keterwakilan perempuan di dalam BPD dinilai sangat penting untuk memastikan aspirasi, kebutuhan, serta kepentingan kaum perempuan dapat terakomodasi dalam proses pembangunan desa.
Pemilihan diikuti oleh lima bakal calon yang sebelumnya telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan ditetapkan oleh panitia. Seluruh proses pemungutan suara berlangsung secara langsung, bebas, dan transparan dengan pengawasan panitia serta disaksikan para peserta yang memiliki hak pilih.
Berdasarkan data panitia, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sebanyak 45 orang. Dari jumlah tersebut, 44 pemilih menggunakan hak suaranya, sedangkan satu orang tidak dapat hadir karena sakit. Tingginya tingkat partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam menentukan wakil mereka di lembaga BPD.
Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai, panitia menetapkan hasil perolehan suara sebagai berikut:
- Nomor Urut 5, Sri Kusmiyanti memperoleh 26 suara.
- Nomor Urut 4, Lina Darwati memperoleh 10 suara.
- Nomor Urut 1, Sri Hartati memperoleh 8 suara.
- Nomor Urut 2, Cucu N memperoleh 0 suara.
- Nomor Urut 3, Laela Sari memperoleh 0 suara.
Berdasarkan hasil tersebut, Sri Kusmiyanti, Lina Darwati, dan Sri Hartati resmi ditetapkan sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cikole dari unsur keterwakilan perempuan untuk periode 2026–2034.
Kepala Desa Cikole, Drs. H. Tajudin, M.Ag., mengapresiasi seluruh panitia, peserta, dan pemilih yang telah berpartisipasi sehingga seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung dengan baik.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian pemilihan dapat dilaksanakan dengan lancar, tertib, aman, dan penuh rasa tanggung jawab. Ini merupakan bukti bahwa demokrasi di tingkat desa berjalan dengan baik serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa para pemilih berasal dari berbagai unsur organisasi perempuan dan kemasyarakatan di Desa Cikole, di antaranya kader PKK, anggota Majelis Ta'lim, tokoh perempuan, serta perwakilan generasi muda dari Karang Taruna. Keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih inklusif dan representatif.
Menurutnya, keberadaan perempuan di dalam BPD memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan keluarga, perlindungan anak, kesejahteraan sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap anggota BPD yang telah terpilih benar-benar mampu menjalankan amanah masyarakat, memperjuangkan aspirasi kaum perempuan, serta bekerja sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya. Sinergi antara Pemerintah Desa dan BPD menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan Desa Cikole yang semakin maju, partisipatif, dan sejahtera," kata Tajudin.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kebersamaan setelah proses pemilihan selesai. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi, namun semangat gotong royong dan kepentingan bersama harus tetap menjadi landasan dalam membangun desa.
Dengan selesainya pemilihan unsur keterwakilan perempuan ini, tahapan pembentukan keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa Cikole periode 2026–2034 terus berlanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah
Peliput Budi
Editor Emi Dewi
















