Tim dokter forensik RSUP H. Adam Malik Medan menghadapi tantangan berat saat menangani jenazah salah satu korban kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Kondisi korban yang mengalami cedera sangat parah membuat proses pemulasaraan membutuhkan penanganan khusus sebelum dapat diserahkan kepada pihak keluarga.
Sibolangit media Harian Indonesian com
Kepala Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP H. Adam Malik, dr. Nasib Mangoloi Situmorang, menjelaskan bahwa tim medis harus melakukan serangkaian tindakan rekonstruksi terhadap tubuh korban. Proses tersebut meliputi penyatuan kembali bagian tubuh yang terpisah serta penanganan organ-organ dalam yang mengalami kerusakan akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Menurut Nasib, korban bernama Anton Simorangkir (38), warga Kecamatan Sibolangit, telah selesai menjalani pemeriksaan forensik. Seluruh bagian tubuh yang mengalami kerusakan berhasil ditangani sesuai prosedur medis sehingga jenazah kini siap untuk diserahkan kepada keluarga setelah seluruh proses administrasi dan pendataan selesai.
Ia menegaskan, penanganan jenazah dilakukan berdasarkan surat permintaan visum dari pihak kepolisian. Setibanya di RSUP H. Adam Malik sekitar pukul 12.30 WIB, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengalami kerusakan berat. Tim forensik kemudian langsung melakukan pemeriksaan dan pemulasaraan sesuai standar yang berlaku.
Selain korban meninggal dunia, RSUP H. Adam Malik juga menerima enam korban luka berat akibat kecelakaan tersebut. Mereka masing-masing adalah Rafika Lince (41), Harta Ulina (50), Seventri Amandasari Manihuruk (27), Five Sitinjak (11), Gabe Roida Sitinjak (18), dan Rinto Sitinjak (23). Seluruh korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sebelumnya, Manajer Hukum dan Humas RSUP H. Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menyampaikan bahwa korban meninggal tiba di rumah sakit dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan Jasa Raharja agar seluruh proses identifikasi, pemeriksaan forensik, hingga penyerahan jenazah kepada keluarga dapat berjalan dengan baik.
Kecelakaan beruntun yang terjadi pada Jumat (17/7/2026) pagi itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, yakni Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir (38). Sementara dua korban lainnya, Siti Mawan (61) dan Pebrianto Siburian (31), menjalani perawatan di puskesmas.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan sejumlah kendaraan tersebut. Peristiwa itu menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling fatal yang terjadi di jalur Medan–Berastagi dalam beberapa waktu terakhir
(Ibnu Agusmar)
















