
Ngamprah, 27 Juni 2026 – Proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) keterwakilan perempuan di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, berlangsung tertib, demokratis, dan mendapat antusiasme tinggi dari para pemilih. Melalui mekanisme yang telah disepakati bersama dalam musyawarah desa, masyarakat menetapkan tiga perempuan dengan perolehan suara terbanyak untuk mengisi unsur keterwakilan perempuan pada BPD periode mendatang.
Pemungutan suara dilaksanakan di Aula Desa Gadobangkong pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan demokrasi di tingkat desa sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa melalui lembaga legislatif desa.
Kepala Desa Gadobangkong menyampaikan bahwa pemilihan anggota BPD dari unsur keterwakilan perempuan merupakan amanat yang harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Kehadiran mereka di BPD diharapkan mampu membawa aspirasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, sehingga setiap kebijakan desa semakin inklusif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan data panitia, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan ini sebanyak 180 orang. Dari jumlah tersebut, 148 pemilih menggunakan hak pilihnya, sehingga tingkat partisipasi mencapai lebih dari 82 persen. Tingginya angka kehadiran tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.
Sistem pemilihan dilaksanakan sesuai hasil musyawarah yang sebelumnya telah disepakati. Setiap Rukun Warga (RW) mengirimkan 15 orang pemilih sebagai perwakilan untuk memberikan suara. Mekanisme tersebut diterapkan agar seluruh wilayah di Desa Gadobangkong memperoleh kesempatan yang sama dalam menentukan wakil perempuan yang akan duduk di BPD.
Sebanyak tujuh calon mengikuti kontestasi pemilihan, yakni:
Nining Hartianingsih
Reni Nurwendah
Husniati Yumianingsih
Siti Nurfiyanti
Tita Yanti
Ida Farida
Kusmiyanti
Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai dilakukan secara terbuka di hadapan peserta dan saksi, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tita Yanti : 42 suara
Ida Farida : 32 suara
Reni Nurwendah : 20 suara
Kusmiyanti : 15 suara
Nining Hartianingsih : 15 suara
Husniati Yumianingsih : 12 suara
Siti Nurfiyanti : 12 suara
Berdasarkan hasil tersebut, Tita Yanti, Ida Farida, dan Reni Nurwendah resmi menjadi tiga anggota BPD Desa Gadobangkong dari unsur keterwakilan perempuan karena memperoleh suara terbanyak sesuai ketentuan yang berlaku.
Panitia pemilihan menyatakan seluruh tahapan berlangsung lancar tanpa adanya kendala berarti. Mulai dari proses registrasi pemilih, pelaksanaan pemungutan suara, hingga penghitungan suara dilakukan secara terbuka untuk menjaga transparansi serta kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.
Keberhasilan pelaksanaan pemilihan ini diharapkan semakin memperkuat peran perempuan dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat desa. Selain menjalankan fungsi legislasi desa bersama pemerintah desa, anggota BPD juga memiliki tugas menampung, menghimpun, dan menyampaikan aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.
Dengan terpilihnya tiga wakil perempuan tersebut, diharapkan sinergi antara Pemerintah Desa Gadobangkong dan BPD semakin kuat dalam merancang program pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Kehadiran perempuan di lembaga permusyawaratan desa juga diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih luas dalam bidang pemberdayaan keluarga, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemilihan anggota BPD keterwakilan perempuan ini menjadi bukti bahwa proses demokrasi di tingkat desa terus berjalan dengan baik melalui partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah Desa Gadobangkong berharap para anggota BPD terpilih dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat demi terwujudnya pembangunan desa yang lebih maju, transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.
Peliput Budi
Editor Emi Dewi

















