
Bandung Barat, --bjnews media.com--Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mempercepat upaya penanganan tanaman enceng gondok yang kian masif di sepanjang aliran Sungai Citarum. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang dipimpin Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Pemkab Bandung Barat, Kamis (25/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri Komandan Komando Distrik Militer 0609/Cimahi, Kapolsek Cililin mewakili kapolres Cimahi, Perwakilan Senior Manager Indonesia Power ubp.Saguling, Bening Saguling Foundation, jajaran perangkat daerah, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan Camat Cililin. Dalam arahannya, Asep Ismail menegaskan bahwa penanganan enceng gondok tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, pertumbuhan enceng gondok yang sangat pesat di sejumlah titik aliran Sungai Citarum mulai mengganggu kelancaran arus air, menurunkan estetika lingkungan, serta berpotensi memicu pendangkalan sungai yang dapat merugikan masyarakat sekitar, khususnya nelayan dan warga yang bermukim di bantaran sungai.
“Sungai Citarum adalah urat nadi yang harus kita jaga bersama. Penumpukan enceng gondok ini kalau dibiarkan akan menyumbat aliran air dan memicu luapan saat debit air tinggi. Hari ini kita matangkan strategi, memetakan titik-titik krusial, dan membagi tugas agar aksi pembersihan di lapangan bisa berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Asep.
Dalam rapat tersebut, para peserta menyepakati sejumlah langkah taktis yang akan segera dilaksanakan untuk mempercepat proses pembersihan enceng gondok di wilayah terdampak.
Langkah pertama adalah penyusunan jadwal Operasi Bersih (Opsih) melalui aksi gotong royong massal yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan peduli lingkungan, serta masyarakat setempat.
Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan BBWS Citarum untuk mengerahkan alat berat berupa excavator spider dan perahu pencacah sampah ke kawasan yang mengalami penumpukan enceng gondok dalam jumlah besar.
Tidak hanya berfokus pada pembersihan, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan program pemanfaatan hasil pembersihan enceng gondok agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Enceng gondok yang diangkat dari sungai direncanakan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis, seperti pupuk organik dan kerajinan tangan melalui kerja sama dengan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Asep juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum. Ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah domestik ke sungai karena limbah rumah tangga menjadi salah satu faktor yang memicu pertumbuhan gulma air, termasuk enceng gondok.
“Pembersihan ini adalah langkah jangka pendek. Jangka panjangnya adalah mengubah pola pikir kita semua. Mari kita jadikan Sungai Citarum ini halaman depan rumah kita, bukan tempat pembuangan,” tegasnya.
Selain upaya pembersihan, pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian dari strategi penanganan enceng gondok di kawasan sekitar Waduk Saguling.
Pemanfaatan limbah enceng gondok sebagai media budidaya jamur merang menjadi salah satu alternatif yang tengah didorong untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap percepatan pembersihan enceng gondok dapat berjalan optimal sehingga fungsi Sungai Citarum sebagai sumber kehidupan masyarakat tetap terjaga dan berkelanjutan.
Editor Emi Dewi

















